Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ironi di Balik KLA Solo: PDIP Heran Status Turun, Ajak Pemkot dan Masyarakat Evaluasi Bersama

Silvester Kurniawan • Selasa, 19 Agustus 2025 | 23:22 WIB
Anak-anak sedang belajar. (M Ihsan/Radar Solo)
Anak-anak sedang belajar. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Predikat Kota Layak Anak (KLA) Solo yang turun menjadi sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo. Turunnya status ini dianggap bukan sekadar masalah penghargaan, melainkan indikator serius bahwa komitmen perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Solo perlu dievaluasi.

Ketua DPC PDIP Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menilai, penurunan ini harus menjadi momentum introspeksi bagi semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat.

"Solo kota layak anak, kalau sekarang turun, mari kita bersama-sama menaikkan sekali lagi. Perda sudah ada," tegas Rudy.

Ia juga meminta Fraksi PDIP di DPRD untuk mendesak Wali Kota agar Perda tentang KLA dilaksanakan secara konsisten.

Rudy menegaskan bahwa anak-anak adalah aset bangsa yang tidak boleh diabaikan. Pemenuhan hak-hak mereka, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, hingga penyediaan ruang publik yang aman, adalah tanggung jawab bersama.

"Kalau hari ini kita gagal memberikan perlindungan dan hak-haknya, jangan harap ke depan kita bisa memiliki generasi yang tangguh. Maka dari itu, ini harus menjadi kesadaran bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat luas," tutup Rudy, seraya mengingatkan pentingnya implementasi Perda KLA secara konkret.

Senada dengan Rudy, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo Y.F. Sukasno mengaku heran dengan penurunan peringkat ini. Pihaknya mempertanyakan indikator apa yang belum terpenuhi, padahal menurutnya, program perlindungan anak selama ini sudah berjalan.

"Kami juga kaget, loh kok bisa turun, apanya gitu loh? Karena sekarang kan kita punya pertanyaan besar," ungkap Sukasno.

Ia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan dinas terkait, fraksi PDIP belum mendapatkan penjelasan detail mengenai faktor penurunan tersebut.

Sukasno mencontohkan, indikator seperti pembatasan iklan rokok yang dekat dengan lembaga pendidikan sudah mulai berkurang. Hal ini membuatnya semakin bingung.

Baca Juga: Kejari Sukoharjo Usut Dugaan Proyek Irigasi Fiktif Di Desa Tegalsari Kecamatan Weru, Modus Palsukan Tanda Tangan Kadus

Sebab itu, fraksi PDIP akan terus mendorong agar ada evaluasi terbuka yang melibatkan semua pihak. Mereka ingin memahami secara jelas indikator penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) agar Solo bisa berbenah. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#pdip #perda #kota layak anak #indikator