Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perumda TSTJ-Solo Safari Akui Kontribusi 2024 Jeblok, Sepakat Perbarui Kontrak Kerja Sama

Silvester Kurniawan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 00:09 WIB
Pengunjung interaksi dengan satwa Solo Safari. (M Ihsan/Radar Solo)
Pengunjung interaksi dengan satwa Solo Safari. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Perumda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Solo Safari sepakat untuk melakukan pembaruan kontrak kerja sama (addendum) setelah menjadi sorotan dari wakil rakyat. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Solo.

Direktur Utrama TSTJ Ahmad Syukri Prihanto membenarkan adanya rencana addendum terhadap kontrak kerjsama antara TSTJ dengan Solo Safari pasca berbagai pihak terkait dikumpulkan di rumah dinas wali kota belum lama ini. Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan pencapaian selama ini.

"Mas Wali, Direktur Taman Safari, Dewan Pengawas, dan Direktur TSTJ sudah bertemu di Loji Gandrung. Kami membahas poin-poin apa yang bisa di-addendum. Asa sejumlah poin yang akan diaddendum dan disetujui oleh pihak Solo Safari," jelas pria yang akrab disapa Anto itu.

Addebdum itu seperti masa review atau peninjauan kerja sama dari 5 tahun menjadi 4 tahun. Hal ini disesuaikan dengan masa jabatan kepala daerah.

"Pertimbangannya agar sesuai dengan masa jabatan wali kota. Jadi jangan sampai evaluasi di wali kota selanjutnya," ucap dia.

Kedua addendum soal prosi bagi hasil atau pembagian keuntungan. Nantinya TSTJ dan Solo Safari akan mengajukkan proposal baru agar sama-sama menguntungkan. Ketiga addendum soal pembagian fungsi dan peran antara TSTJ - Solo Safari.

"Dengan addendum baru ini akan ada perhitungan-perhitungan baru (soal pembagian keuntungan) dan mekanisme penyaluran bagi hasilnya dari di penghujung tahun menjadi setiap semester. Soal pembangian fungsi dan peran, misalnya soal promosi yang sebelumnya dipegang Solo Safari kedepan bisa dilakukan oleh pemkot," beber dia.

Anto menjelaskan bentuk kerja sama antara keduanya adalah kerja sama operasional (KSO). Fungsi rekreasi dan edukasi dipegang Solo Safari, sementara fungsi konservasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab TSTJ.

"Kerja samanya ini untuk 20 tahun dengan review setiap tahun kelima, tetapi di revisi menjadi setiap tahun keempat," terang dia.

Disinggung soal pembagian laba perusahaan minus Rp 811 juta dan kontribusi PAD nol rupiah di 2024 lalu, TSTJ mengakui hal tersebut. Hal itu terjadi karena beban operasional yang harus dibayar.Namun, Anto optimistis tahun ini bakal mendapatkan keuntungan lebih besar dari tahun sebelumnya.

"Tahun pertama 2023 pendapatan tinggi, 2024 pendapatan turun. Tahun ini (2025) bisa rebound. Laba saya bisa-bisa melampaui tahun-tahun sebelumnya dan deviden bisa setor (ke pemkot) melampaui tahun lalu," beber Anto.

Sebagai gambaran, di tahun pertama operasional Solo Safari di 2023 Solo Safari mampu menyumbang bagi hasil perusahana sebesar Rp 3,5 miliar dengan deviden Ro 206 juta, dan PAD sektor pajak hiburan dan resto mencapai Rp 7,6 miliar.

Di tahun kedua 2024 pendapatan Solo Safari anjlok dan hanya bisa memberikan bagi hasil ke Perumda TSTJ sebesar Rp 1,09 miliar dan dengan adanya beban operasional, utang perusahaan, biaya kerja sama dan lainnya Perumda TSTJ mengakami kerugian Rp 811 juta.

Sementara deviden belum dapat disetorkan karena mengalami kerugian. Meski demikian pada 2024 Solo Safari menyumbang pajak hiburan dan resto sebesar Rp 3,2 miliar.

Di tahun ketiga, 2025 ini Solo Safari memberikan dana bagi hasil sebesar Rp 1,2 miliar dari target Rp 2,4 miliar hingga penghujung 2025. Di semester 1 tahun ini Solo Safari telah menyumbang Rp 1,9 miliar pajak hiburan dan pajak resto ke pemkot. Mereka pun optimistis dapat menyetorkan deviden melampaui target tahun ini sebesar Rp 225 juta.

"Pada 2024 memang terjadi penurunan pengunjung, tetapi di awal 2025 kondisinya mulai membaik. Kami akan mengembangkan event agar masyarakat tertarik datang ke Solo Safari. Tentu target akan meningkat tetapi kami optimistis capaian bisa lebih baik dari tahun sebelumnya," beber General Manager Solo Safari Yustinus Sutrisno. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#kerja sama #Solo Safari #tstj #pad #kota solo #Addendum