Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Solo Melonjak, SPEK-HAM Dorong Peran Psikolog dan Pengawasan Keluarga

Silvester Kurniawan • Kamis, 21 Agustus 2025 | 01:28 WIB
Ilustrasi JawaPos.com
Ilustrasi JawaPos.com

RADARSOLO.COM — Organisasi Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) mencatat adanya peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak di Solo sepanjang tahun 2025. Data ini menjadi alarm serius yang menuntut perhatian bersama dari pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

Manager Divisi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Masyarakat SPEK-HAM, Fitri Haryani, mengungkapkan bahwa dari rata-rata 10-14 kasus per tahun, mereka melihat lonjakan signifikan pada periode Juni-Juli 2025, dengan setidaknya tiga kasus baru yang ditangani.

"Data kami sebenarnya cukup meningkat. Bulan Juni-Juli saja kami temukan tiga kasus. Ada banyak faktor yang memengaruhi, karena itu perlu upaya bersama untuk menekan kasus kekerasan seksual pada anak," ucap Fitri.

Menanggapi fenomena ini, SPEK-HAM mendorong Pemerintah Kota Surakarta untuk meningkatkan fungsi pengawasan, baik di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar. Fitri menilai, upaya pendampingan dan rehabilitasi korban harus lebih mendalam, termasuk dengan evaluasi berkelanjutan.

SPEK-HAM juga menekankan pentingnya peran psikolog dalam pendampingan. "Ini perlu peran bersama baik dari keluarga, masyarakat, maupun pihak yang ahli di bidangnya seperti para psikolog," terang Fitri.

Pihak SPEK-HAM melihat Pemkot Solo sudah berupaya dengan mengoptimalkan program Posyandu Plus. Program ini, menurut Wali Kota Surakarta Respati Ardi, dapat berfungsi sebagai wadah untuk pencegahan dan pengawasan.

"Posyandu Plus ini bisa difungsikan sebagai antisipasi dan pengawasan terhadap fenomena kekerasan seksual pada anak. Di sana ada psikolog klinis yang terlibat sampai tingkat RW, jadi aduan dari masyarakat pasti akan lebih terbuka dengan adanya layanan ini," kata Wali Kota Solo Respati Ardi belum lama ini. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#Kasus Kekerasan Seksual #psikolog #anak #Posyandu plus