RADARSOLO.COM - Komisi II DPRD Kota Surakarta menaruh perhatian serius terhadap kinerja Perumda Air Minum Toya Wening. Meski kinerjanya dinilai sudah baik, dewan tetap mendorong agar pelayanan diperluas dan pengawasan dijalankan optimal.
Anggota Komisi II DPRD Solo, Ahmad Sapari, menegaskan hasil sidak di kantor PDAM menunjukkan capaian yang memuaskan. Namun, menurutnya fungsi pengawasan tetap harus dijalankan.
“Masalah Toya Wening, kami menilai kinerjanya memuaskan. Tetapi sebagai Komisi II, tugas kami adalah memastikan program ini tetap berjalan dengan baik. Artinya, tetap ada fungsi pengawasan dari dewan,” tegas Sapari.
Sapari menyoroti potensi tambahan pasokan 350 liter per detik dari Waduk Gajah Mungkur yang harus dimaksimalkan. Tambahan itu diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi air bersih, tidak hanya terkonsentrasi di wilayah inti kota.
“Dengan pasokan tambahan itu, kita harap layanan air bersih bisa menjangkau lebih luas, terutama di kawasan pinggiran Solo yang masih butuh dukungan. Sektor perhotelan juga perlu didorong agar memanfaatkan layanan dari Toya Wening. Jika hotel-hotel besar menggunakan air dari Perumda, dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan PAD Kota Surakarta,” tandasnya.
Selain pasokan air, Sapari juga menilai kesejahteraan karyawan dan fasilitas layanan Toya Wening sudah memadai. Menurutnya, kondisi internal yang sehat menjadi modal penting agar pelayanan ke masyarakat tidak terganggu.
Sekretaris Komisi II DPRD, Mukarromah, turut memberi apresiasi atas capaian kinerja Toya Wening yang disebut berhasil melampaui target pada 2025.
Dia menilai, inovasi perusahaan daerah itu patut diapresiasi, terutama dengan hadirnya bisnis baru berupa air minum dalam kemasan (AMDK).
“Produk AMDK Toya Wening ini tidak hanya menjadi tambahan sumber PAD, tapi juga pilihan air minum murah bagi masyarakat. Harga galon misalnya, hanya Rp10 ribu, sementara di pasaran bisa mencapai Rp20 ribu. Jadi ada peluang besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sini,” jelas Mukarromah.
Dia juga menyoroti pola pelayanan Toya Wening yang dinilai responsif terhadap keluhan masyarakat. Sistem subsidi silang yang diterapkan dianggap tepat sasaran karena mampu menjaga tarif murah bagi warga kurang mampu tanpa mengganggu operasional perusahaan.
“Sekarang ini juga ada program Merdeka, berupa diskon 50 persen untuk pemasangan berlangganan air bersih. Ini harus dimanfaatkan masyarakat, karena Perumda memberikan banyak kemudahan sesuai target pasarnya,” tambahnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy