RADARSOLO.COM - Pedagang Pasar Elpabes mengeluh sepinya aktivitas jual beli di pasar setempat sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan banyak kios yang tidak digunakan untuk aktivitas perdagangan.
Salah seorang pedagang di Pasar Elpabes Jarmanto mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pengunjung. Hal ini diakibatkan karena tingginya traksaksi jual beli online yang booming dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya jenis barang dan jasa yang ditawarkan di pasar setempat jadi sepi peminat.
"Dari 2013 lama-lama makin turun omzetnya. Sampai sekarang itu sudah hampir 75 persen," terang dia ditemui di kiosnya, Kamis kemarin (28/8).
Dampak lain dari sepinya pembeli di pasar elektronik dan barang bekas itu terlihat dari banyaknya kios yang tidak terpakai mulai dari di area basement yang mayoritas diramaikan oleh jasa bengkel, lantai tengah oleh pedagang elektronik dan lainnya, dan di lantai tiga. Banyaknya kios yang tidak terpakai itu paling kentara di lantai paling atas itu.
"Dari 100-an lebih kios yang dipakai hanya tujuh dan di bawah semua. Yang di basement ini yang pakai tinggal 50 persen, yang tengah ini paling dipakai hanya 80 persen. Di lantai atas yang tidak terpakai mungkin 95 persen, " kata Jarmanto.
Di konfirmasi terpisah, Kabid Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Solo Joko Sartono tidak menampik kondisi Pasar Elpabes yang sepi itu. Soal masalah kios yang kosong ia pun membenarkan meski demikian pihaknya berencana memfungsikan area lantai tiga agar aktivitas pasar bisa lebih ramai untuk kedepannya.
"Kalau kios yang kosong, terutama di lantai atas itu biasanya dipakai untuk gudang. Kan pedagang tidak hanya punya satu kios. Nah, ke depan lantai 3 itu kami rencanakan supaya bisa dipakai untuk kuliner jadi biar bisa lebih menarik masyarakat. Tapi nilainya sedang kami hitung berapa nilai sewanya kalau benar mau difungsikan untuk kuliner," beber Joko. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno