RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melantik kader pengarusutamaan gender di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak-hak perempuan dan laki-laki terlindungi secara adil, sekaligus mencegah diskriminasi maupun kekerasan di lingkungan kerja.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan pentingnya kehadiran kader kesetaraan gender di lingkup birokrasi Solo. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Grand Final Pemilihan Gender Champion di Balai Kota Solo, Kamis (28/8/2025).
“Khusus untuk ASN di lingkungan Pemkot Solo, kami mendukung perlindungan gender, perlindungan hak-hak antara laki-laki dan perempuan,” ujar Astrid.
Dalam ajang tersebut, 35 OPD Pemkot Solo menampilkan program gender champion. Dari jumlah itu, dipilih 10 finalis hingga akhirnya muncul tiga OPD terbaik. Meski begitu, Astrid menekankan bahwa esensi dari program ini bukan semata lomba, melainkan keberlanjutan program kader gender di masing-masing instansi.
“Khususnya agar ada perlindungan terhadap kekerasan seksual di tempat kerja. Harapannya, ini menghasilkan pemikiran baru sekaligus memperkuat perlindungan di lingkungan kerja,” imbuhnya.
Sekadar informasi, program Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemkot Surakarta telah berjalan sejak 2018. Jika sebelumnya fokus ke masyarakat, kini cakupannya diperluas hingga ke setiap OPD.
Baca Juga: Ditinggal Ibu Kerja dan Ayah Dipenjara, Siswi SD di Sragen Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
Kristiana Hariyati, salah satu panitia, menambahkan, konsep pemilihan gender champion memang berbentuk lomba. Namun yang lebih penting, program yang dirintis setiap kader bisa terus berlanjut di masing-masing OPD.
“Walau ini lomba, kader yang sudah memulai program bisa terus menjalankan gagasan mereka di OPD masing-masing. Sehingga program kesetaraan gender dapat berjalan konsisten,” tegas Kristiana. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno