RADARSOLO.COM – Aksi demo yang digelar pengemudi ojek online (ojol) di sekitar Mako Brimob Batalyon C Pelopor Solo, Jumat (29/8), tak hanya memanas di jalanan.
Tembakan gas air mata berkali-kali dari aparat kepolisian membuat suasana di Shelter Manahan mencekam. Pedagang dan pengunjung yang tengah beraktivitas pun ikut terdampak.
Insiden pertama terjadi sekira pukul 15.00. Satu tabung gas air mata nyasar masuk ke dalam foodcourt Shelter Manahan yang sore itu ramai dikunjungi masyarakat. Para pengunjung lari kalang kabut untuk menyelamatkan diri.
“Tadi kami baru makan di Shelter Manahan. Habis itu ada banyak gerombolan orang lari. Tiba-tiba ada gas air mata jatuh di bawah meja tempat saya makan,” kata Ayu, seorang pelajar yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya empat hingga lima momen aparat menembakkan gas air mata.
Tembakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, 15.20 WIB, serta di antara pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB. Dampaknya bukan hanya pada pengunjuk rasa, tapi juga pada pedagang yang terpaksa menutup usahanya karena aksi represif aparat.
“Ora cetho! Sing ora mudeng opo-opo melu keno imbase. Ya Allah opo ra mesakne karo wong cilik. Wong selter ora ngerti opo-opo keno imbasnya,” keluh Dwi, pedagang kuliner Shelter Manahan, menyesalkan dampak tembakan gas air mata terhadap usaha dan pengunjung.
Aksi represif ini menegaskan ketegangan yang terjadi saat demo ojol di Solo, yang sebelumnya dipicu kematian Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis polisi di Jakarta, Kamis (28/8). (ves/nik)
Editor : Niko auglandy