RADARSOLO.COM – Suasana keos mewarnai Selter Manahan, Jumat (29/8) sore, usai tembakan gas air mata aparat kepolisian meluas hingga area pujasera. Peristiwa itu terjadi saat kawasan sekitar Stadion Manahan ramai pengunjung.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, pembeli yang sedang menyantap hidangan di shelter mendadak panik.
Pedagang, pembeli, hingga peserta aksi demo yang berlarian menyelamatkan diri membuat area tersebut ricuh. Banyak menu yang terlanjur dipesan tak sempat dibayar, sementara makanan yang sudah disiapkan pedagang terpaksa dibawa pulang.
"Kejadiannya mulai jam 3 sore pas banyak orang makan. Habis salat azhar, baru bledos (gas air mata). Setelah kejadian pedagang tutup semua, akhirnya ya tidak ada pendapatan hari ini. Yang ada malah rugi karena ada menu yang batal dipesan dan makanan yang belum dibayar," ungkap Heri, pedagang tahu kupat di Shelter Manahan.
Selain merugikan pedagang, sejumlah fasilitas umum di Shelter Manahan ikut rusak. Beberapa kursi patah, wastafel ambrol, hingga peralatan milik pedagang tak lagi bisa dipakai.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang meninjau lokasi pascakeos menyatakan prihatin. Ia memastikan pemerintah kota akan memberikan kompensasi.
"Hari ini saya pastikan pedagang agar aman dan tetap berjualan. Kami dari pemkot akan memberikan insentif khusus pada pedagang. Fasilitas umum yang rusak akan segera kita benahi. Driver ojol yang terhambat juga akan kita beri insentif. Nanti kerugian pedagang shelter akan kita tutup semua," tegas Respati.
Dia juga mengingatkan semua pihak untuk mengutamakan ketertiban saat menyampaikan aspirasi.
"Saya mohon seluruh elemen yang terlibat jaga kondusivitas. Dan untuk aparat yang bertugas mohon bisa lebih baik, lebih humanis agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tambahnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy