Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jeritan Warga Saat DPRD Solo Dilalap Api, Usai Dibakar Massa: Kami Hanya Bisa Berdoa, Takut Seperti 1998 Terulang

Antonius Christian • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16:08 WIB
USAI TERBAKAR: Gedung DPRD Kota Solo luluh lantak dibakar massa dini hari.
USAI TERBAKAR: Gedung DPRD Kota Solo luluh lantak dibakar massa dini hari.

RADARSOLO.COM – Kota Bengawan kembali diguncang ketegangan. Sabtu (30/8) dini hari, amarah massa pecah di kawasan Jalan Adi Sucipto.

Ratusan orang yang sebelumnya menggelar aksi solidaritas di Solo, tiba-tiba menyerbu Kantor DPRD Kota Solo. Dalam sekejap, gedung wakil rakyat itu dilalap api.

Pos satpam, ruang Sekretariat Dewan, hingga ruang pimpinan DPRD hangus terbakar. Api menjalar cepat, meninggalkan puing-puing dan bau hangus yang menyayat hidung.

Sulastri (45), warga sekitar, tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.

“Tadi malam benar-benar mencekam. Teriakan massa bercampur suara pecahan kaca, lalu api membesar. Kami semua warga hanya bisa menutup pintu rumah dan berdoa api tidak merembet ke perkampungan,” ucapnya dengan suara gemetar.

Kesaksian serupa datang dari Joko Satriyo, 56, pedagang kaki lima yang biasa berjualan tak jauh dari kantor dewan. Ia masih teringat jelas bagaimana massa datang tiba-tiba dalam jumlah besar.

“Awalnya saya kira cuma lewat, ternyata langsung masuk merusak. Tidak lama kemudian api sudah membesar di pos satpam. Dari situ, kantor DPRD terbakar. Saya tidak bisa tidur semalaman karena takut. Ini mengingatkan saya pada suasana Solo tahun 1998, saat kerusuhan pecah. Rasanya ngeri sekali,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Solo mengecek kondisi bangunan gedung DPRD yang terbakar, Jumat dini hari (30/8/2025)
Anggota DPRD Kota Solo mengecek kondisi bangunan gedung DPRD yang terbakar, Jumat dini hari (30/8/2025)

Pagi harinya, bangunan DPRD yang biasanya menjadi pusat aspirasi rakyat itu berubah menjadi tontonan warga. Puluhan orang berdiri di pinggir jalan, menyaksikan langsung puing-puing kebakaran.

“Saya datang pagi-pagi ke sini, ingin lihat langsung. Ternyata rusaknya parah sekali. Sedih rasanya, karena ini gedung wakil rakyat. Harapan saya, jangan sampai kejadian semacam ini terulang lagi. Kita sudah cukup belajar dari sejarah kelam 1998,” kata Widi, 29, warga Banjarsari.

Darno (61), warga lainnya, menegaskan pentingnya aparat dan masyarakat menahan diri.

“Solo ini kota yang damai, banyak mahasiswa, banyak keluarga tinggal di sini. Kalau sampai kerusuhan seperti tahun 1998 terulang, yang rugi kita semua. Jadi saya harap aparat tegas, tapi masyarakat juga harus menahan diri,” ujarnya.

Hingga siang, warga terus berdatangan untuk melihat kondisi gedung DPRD. Beberapa mengabadikan momen dengan ponsel.

Garis polisi kini membentang, membatasi area gedung untuk mencegah warga masuk lebih dekat, mengingat sebagian bangunan dikhawatirkan bisa roboh sewaktu-waktu. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#gas air mata #demo #dprd