Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tenaga Medis Dipukuli Aparat di Solo, Satu Korban Luka Serius: Ini Kronologis Kejadiannya

Mannisa Elfira • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:53 WIB

Wawali Astrid saat mengunjungi anggota Sambernyawa Rescue Team (SRT) yang menjadi korban kekerasan
Wawali Astrid saat mengunjungi anggota Sambernyawa Rescue Team (SRT) yang menjadi korban kekerasan

RADARSOLO.COM – Kekacauan di Kota Solo Jumat malam (30/8/2025) tak hanya menelan korban warga biasa. Tenaga medis pun menjadi sasaran kekerasan saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Anggota Sambernyawa Rescue Team (SRT) dipukuli aparat saat mengevakuasi pendemo yang terluka di sekitar Lapas Kota Surakarta, menimbulkan luka serius pada salah satu relawan.

Sekretaris SRT Amung Adi menegaskan, tenaga medis bersifat netral dan seharusnya dilindungi. “Tentu kami menyayangkan hal ini, karena medis bersifat netral. Kami menangani pendemo, polisi dan masyarakat umum yang menjadi korban. Harusnya medis dapat dilindungi dan tidak boleh direpresi,” ucap Amung kepada Jawa Pos Radar Solo.

Insiden ini sontak mendapat kecaman luas. Amung menambahkan, pihak SRT langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan pemilik ambulans, sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami tentu akan mengawal proses ini seperti yang disampaikan oleh Wakapolres bahwa akan segera dicari pelakunya,” ujarnya.

Baca Juga: Solo Berduka, Gas Air Mata Diduga Sebabkan Kematian Tukang Becak

Berdasarkan rekaman video yang beredar, mobil ambulans SRT diadang, dan tenaga medisnya mendapat perlakuan kekerasan saat mengevakuasi korban di sekitar Lapas Kota Surakarta.

“Sesampainya di lokasi, ada salah satu relawan yang membukakan jalan ambulans, malah dipukuli oleh polisi. Relawan tersebut berlari ke arah ambulans yang dikemudikan Dhika, lalu Dhika turun untuk melihat situasi dan kondisi. Namun setelah turun malam dipukuli oleh beberapa polisi secara bersama-sama,” jelas Amung.

Baca Juga: Malam Mencekam di Solo, Batu, Api, dan Gas Air Mata Muncul di Beberapa Titik, Tokoh Agama: Jangan Sampai Kita Diadu Domba

Dalam ambulans terdapat lima personel: satu sopir, satu co-assistant, dan tiga tenaga medis. Korban mengalami robekan di kepala hingga harus dijahit, serta pembengkakan ringan di selaput otak.

Dia sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo dan kini sudah sadar.

Amung menyebut, bantuan pengobatan ditangani Pemerintah Kota Surakarta.

“Ada ibu Wawali yang menjenguk, intinya untuk biaya pengobatan dan lain sebagainya akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Solo. Hadir juga manajemen Persis Solo yang menjenguk ke rumah sakit tadi malam,” katanya.

Sementara itu, SRT menimbang ulang keikutsertaan dalam aksi susulan.

“Kami lihat situasi terlebih dahulu, memang secara rasa kami ingin datang membersamai pergerakan kawan-kawan. Namun kami perlu melihat kekuatan personel dan peralatan yang sudah terkuras dari kemarin siang sampai tadi pagi juga,” pungkas Amung. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#medis #SRT