RADARSOLO.COM - Aksi demonstrasi berujung ricuh pada Jumat malam (29/8) hingga Sabtu dini hari (30/8) sempat mengoyak ketentraman Kota Solo. Strategi khusus pun dijalankan forkompimda untuk memastikan kondisi kembali aman dan kondusif.
Di halaman Mapolresta Solo, deretan motor besar dan trail milik aparat gabungan TNI-Polri sudah berbaris. Lampu kendaraan menyala, knalpot meraung, dan udara penuh nuansa kesiapan.
Tak lama, patroli skala besar rombongan Forum Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Solo resmi diberangkatkan, dipimpin langsung Wali Kota Respati Ardi. Ada juga Kapolresta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira, dan Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor J. Sitomorang.
Yang paling menyolok perhatian datang dari Wali Kota Solo Respati Ardi. Menunggangi Kawasaki Ninja hitam-hijau, ia sengaja mengenakan jaket hijau ojek online—sebuah simbol solidaritas terhadap para driver yang sehari sebelumnya ikut berdemonstrasi.
Patroli pun melaju menyusuri Jalan Slamet Riyadi. Sirine pendek sesekali terdengar, lampu rotator biru-merah berpendar di antara gedung-gedung. Warga yang masih beraktivitas menoleh, beberapa pengendara melambat memberi jalan. Pedagang kaki lima melambaikan tangan, sementara anak-anak muda yang nongkrong di trotoar sibuk merekam dengan ponsel mereka.
Respati sempat berhenti, membuka helm, lalu berbincang dengan pedagang dan warga sekitar.
“Mboten usah ajrih (tidak usah takut), Solo aman. Kami hadir di sini supaya panjenengan bisa kembali tenang, bisa bekerja, bisa jualan seperti biasa,” ujarnya.
Seorang pedagang lesehan, Jatmiko, 52, mengaku lega setelah bertemu langsung dengan wali kota.
“Kemarin sempat tutup, Pak. Takut dagangan rusak, takut ada yang ribut lagi. Tapi lihat panjenengan rawuh, rasane luwih ayem (rasanya lebih tenang),” tuturnya.
Respati pun menepuk bahu Jatmiko sambil menambahkan,“Monggo, terus berjualan. Kota ini milik kita semua. Kalau kita bersama, Solo pasti bisa aman kembali.”
Tidak hanya berhenti di jalan protokol, rombongan juga menembus gang-gang sempit di Pasar Kliwon dan Laweyan. Di sebuah kampung, rombongan berhenti, warga menyambut dengan rasa lega.
Sulastri, 55, salah seorang warga, mengaku kini lebih tenang. “Rasane luwih plong, Pak. Wingi awake dhewe mboten wani metu omah. Saiki, ndelok Pak Wali karo polisi mlebu kampung, rasane Solo pancen dijaga," ucapnya.
Respati tersenyum, menenangkan warganya. "Tenang, Bu. Kota iki kudu tetep guyub lan tentrem."
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, yang turut mendampingi, juga mengingatkan anak-anak muda agar tidak gampang terprovokasi.
“Kalau ada yang bikin resah atau coba memprovokasi, jangan ikut-ikutan. Laporkan. Kota ini milik kita bersama," pesannya.
Menurutnya, patroli gabungan ini bukan hanya sekadar simbolik, tetapi langkah nyata menjaga ketertiban.
“Kami ingin warga tahu bahwa aparat selalu hadir. Dari jalan utama sampai gang kecil, Solo kami jaga,” tegas Catur.
Malam itu, deru knalpot motor besar berpadu dengan senyum warga yang mulai pulih dari trauma. Solo, yang sempat tegang, pelan-pelan kembali bernafas lega. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno