RADARSOLO.COM – Prosesi jamasan pusaka milik Keraton Kasunanan Surakarta intens dilakukan jelang Grebeg Maulud. Terbaru, sejumlah pusaka di Siti Inggil dijamas, Senin (1/9/2025).
Di Bangsal Witono itu, sejumlah abdi dalem melakukan wilujengan atau doa untuk mengawali prosesi jamasan kala itu. Tak berselang lama, air kembang yang sudah didoakan itu dipakai untuk ritual jamasan. "Jamasan Nyai Setomi itu dilakukan setahun tiga kali sebelum grebeg," ungkap adik raja Pakubuwono (PB) XIII KGPHA Dipokusumo, Senin (1/9/2025).
Dari segi tradisi, Nyai Setomi yang ditempatkan di Bangsal Witono itu memiliki makna sebagai awalan. Artinya Bangsal Witono merupakan awal mula tempat yang dibangun saat perpindahan keraton dari Kartasura ke Desa Sala.
Sementara Meriam Nyai Setomi itu merupakan senjata andalan Sultan Agung.
"Selain ada jamasan, hari ini keraton memulai membuat sungkup untuk peralatan yang dipakai untuk memasak (keperluan grebeg)," terangnya.
Sekadar informasi, rangkaian kegiatan upacara adat memperingati Maulid Nabi di Keraton Kasunanan dimulai sejak Jumat (29/8) lalu dengan ditabuhnya Gemelan Keraton di Masjid Agung Surakarta.
Selanjutnya pada Jumat (5/9) mendatang akan diadakan Grebeg Maulud dengan diboyongnya dua gunungan dari Keraton Kasunanan ke Masjid Agung Surakarta.
"Sekaten itu merupakan tradisi keagamaan untuk memperingati Maulid Nabi. Ini salah satu bentuk syiar agama Islam," kata adik Raja Kasunanan itu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy