Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dampak Kerusuhan Solo, Ikon Kota dan Cagar Budaya Jadi Korban Vandalisme

Silvester Kurniawan • Jumat, 5 September 2025 | 01:15 WIB
Tim gabungan besihkan aksi vandalisme dampak kerusuhan, Kamis (4/9/2025). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Tim gabungan besihkan aksi vandalisme dampak kerusuhan, Kamis (4/9/2025). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kerusuhan yang terjadi di Kota Solo pada Jumat (29/8) hingga Sabtu (30/8) lalu meninggalkan dampak serius, terutama pada objek cagar budaya dan ikon kota. Keraton Kasunanan Surakarta dan akademisi menyayangkan aksi vandalisme yang menyasar warisan sejarah dan budaya tersebut.

KGPHA Dipokusumo, kerabat Keraton Surakarta yang peduli dengan budaya, menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan yang terjadi. Menurutnya, insiden ini menjadi momen evaluasi bagi seluruh masyarakat Kota Bengawan.

“Tentu ini sangat memprihatinkan. Kami sangat menyayangkan hal ini,” ujarnya.

Selain menimbulkan kerugian fisik, vandalisme pada bangunan cagar budaya dan aset milik Pemerintah Kota Surakarta juga memiliki konsekuensi hukum. Namun, menurut KGPHA Dipokusumo, kerusakan ini jauh lebih berarti karena merugikan generasi mendatang dari sisi pendidikan, sejarah, dan kebudayaan.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi persoalan besar. Marah bukan alasan untuk merusak fasilitas publik atau cagar budaya. Semua harus menahan diri, karena yang rugi justru generasi selanjutnya,” tambahnya.

Kerusakan akibat kerusuhan pekan lalu cukup signifikan. Sejumlah bangunan dan ikon cagar budaya di Solo dicorat-coret demonstran. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Surakarta menggelar kerja bakti masal pada Selasa (2/9), melibatkan berbagai organisasi masyarakat untuk membersihkan coretan di Patung Slamet Riyadi, salah satu ikon di pusat kota.

Pemerhati sejarah sekaligus Dosen Sejarah UIN Raden Mas Said Surakarta Muhammad Apriyanto menekankan bahwa vandalisme terhadap bangunan dan benda cagar budaya merusak warisan dan ingatan historis yang seharusnya diteruskan ke generasi mendatang.

“Vandalisme ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga merapuhkan ingatan sejarah kita,” ujarnya. (ves/bun)

 

 

Editor : Kabun Triyatno
#cagar budaya #Keraton #kerusuhan #kota solo #budaya