RADARSOLO.COM – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Solo kompak menggelar doa bersama memperingati tujuh hari meninggalnya Affan Kurniawan, 21, di Dalem Djoyokusuman, Kamis (4/9) malam.
Affan merupakan pengemudi ojol yang tewas tragis terlindas kendaraan rantis Brimob saat aksi di Jakarta, 28 Agustus lalu.
Malam itu, suasana haru menyelimuti. Para ojol menyalakan lilin di depan foto almarhum yang dilengkapi jaket, helm, dan bendera merah putih setengah tiang.
Doa bersama ditutup dengan aksi tabur bunga sebagai simbol duka mendalam atas kepergian Affan.
“Ini diikuti perwakilan korlap di Solo Raya, hanya perwakilan karena situasinya tidak memungkinkan untuk diikuti banyak,” kata Humas Ojol Solo Raya, Joko Saryanto.
Joko menegaskan, aksi ini juga menjadi pesan moral bahwa komunitas ojol di Solo menolak stigma negatif usai kericuhan demo pada Jumat (29/8) lalu.
“Jangan sampai masyarakat Solo menafsirkan tidak baik. Jadi kita memberikan pesan kalau ojol tidak anarkis,” tegasnya.
Aksi damai tersebut turut dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Pemkot mengapresiasi inisiatif para pengemudi ojol yang memilih jalur doa bersama ketimbang aksi anarkis.
“Kami turut berduka cita sebelumnya atas kejadian yang menimpa Affan Kurniawan pada tujuh hari lalu. Saya tekankan pada rekan-rekan bahwa Kota Solo sangat support memfasilitasi orang bekerja,” tutur Respati.
Pemerintah Kota Solo juga memastikan siap memfasilitasi bila para pengemudi ojol memiliki keluhan atau pertanyaan terkait pengawalan kasus tersebut. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy