Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SIPA 2025 Resmi Ditutup, Ribuan Penonton Padati Pamedan Pura Mangkunegaran

Fauziah Akmal • Minggu, 7 September 2025 | 19:41 WIB
SIPA 2025 Resmi Ditutup, Ribuan Penonton Padati Pamedan Pura Mangkunegaran
SIPA 2025 Resmi Ditutup, Ribuan Penonton Padati Pamedan Pura Mangkunegaran

RADARSOLO.COM - Pagelaran SIPA 2025 resmi berakhir di Pamedan Pura Mangkunegaran, Sabtu (6/9) malam.

Antusiasme masyarakat tetap tinggi hingga hari terakhir. Ribuan orang memenuhi area pertunjukan, bahkan sebagian rela berdiri karena kursi yang disediakan panitia tak lagi mencukupi.

Penampil pada malam penutupan meliputi Samohung (Trenggalek, Jawa Timur), Langenpraja Mangkunegaran (Solo), Dongbaek Circus (Korea Selatan), Colectivo Glovo (Spanyol), POD Dance Project (Korea Selatan), serta Duo Etnicholic (Malang, Jawa Timur).

Duo Etnicholic membawakan tiga karya musikal. Meliputi alunan asal Kalimantan, lagu yang mengisahkan kerajaan Singosari yang menjadi identitas mereka sebagai arek Malang, dan ditutup lagu berbahasa Madura.

Pesan Penting dalam Penutupan SIPA 2025

Penutupan ditandai dengan pemukulan kenong oleh Staf Khusus Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Basuki Teguh Yuwono, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta Bambang Sunarto, serta Direktur SIPA R.Ay. Irawati Kusumorasri.

"Indonesia dikenal sebagai negara adidaya budaya dengan keragaman luar biasa. Pelestarian dan pemajuan kebudayaan bukanlah kegiatan hura-hura, melainkan upaya strategis membentuk identitas bangsa," kata Basuki dalam sambutannya.

Basuki menekankan empat hal penting dalam setiap penyelenggaraan kegiatan kebudayaan.

Rinciannya, melibatkan banyak pihak, menjamin keberlanjutan, menjaga koridor makna dan nilai, serta memperkuat ekosistem kebudayaan.

Basuki menilai, konsistensi SIPA selama 17 tahun adalah bukti nyata tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan seni pertunjukan.

SIPA 2025 Hadirkan Delegasi Internasional

SIPA 2025 berlangsung tiga hari sejak Kamis (4/9), menghadirkan delegasi dari 10 daerah di Indonesia.

Selain tu perwakilan mancanegara, meliputi Amerika Serikat, Spanyol, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Belanda.

Selain pertunjukan, digelar pula SIPA Mart di Loji Gandrung Solo, Sabtu siang.

Forum ini mempertemukan buyer (penyelenggara festival) dan seller (delegasi seni).

Delegasi mancanegara yang hadir di antaranya Khambatta Dance Company bersama Seattle International Dance Festival (AS) serta Busan International Performing Arts Market (BPAM) dari Korea Selatan.

Dari dalam negeri, partisipan meliputi Kawedanan Panti Budaya Praja Mangkunegaran, 24 Jam Menari Hari Tari Dunia ISI Surakarta, International Mask Festival, Semarak Budaya Indonesia, hingga Gamelan Ethnic Festival.

"SIPA Mart kami selenggarakan untuk mempertemukan antara buyer dan seller di bidang seni pertunjukkan. Buyernya adalah penyelenggara event atau festival dari mancanegara dan Indonesia. Sellernya adalah para delegasi seni yang tampil di SIPA” kata Direktur SIPA R.Ay. Irawati Kusumorasri.(zia)

Editor : Nur Pramudito
#sipa 2025 #Solo International Performing Arts