RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali membuktikan diri sebagai pusat kebudayaan Nusantara. Festival Payung Indonesia (Fespin) 2025 resmi digelar di Taman Balekambang, 5–7 September, dengan mengusung tema besar “Catra Panji”.
Ajang yang diprakarsai Mataya Arts & Heritage ini sudah memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan.
Fespin tidak sekadar menampilkan payung sebagai pelindung dari hujan dan panas, melainkan simbol yang sarat makna, menyatukan cerita, budaya, hingga warna dari berbagai penjuru Indonesia.
Ragam kegiatan tersaji selama festival. Parade Payung Nusantara menjadi daya tarik utama, menghadirkan peserta dengan busana etnik yang dipadukan dengan payung tradisional khas daerah.
Tidak hanya itu, ada juga Pasar Festival dan Selasar Solo Art Market yang menjadi etalase kreativitas, mulai dari kerajinan tangan, karya seni, hingga fesyen kekinian hasil karya komunitas dan UMKM lokal.
Sebagai ruang perjumpaan seni dan budaya, Fespin diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga ruang interaksi yang mempertemukan tradisi dengan kreativitas modern. (nik)
Editor : Niko auglandy