RADARSOLO.COM - Sejumlah kader PDI Perjuangan beda generasi bersaing kuat menjadi ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo 2026-2031.
Dari generasi muda, muncul nama anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, Rheo Yuliana Fernandez.
Sedangkan kader senior, nama Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Teguh Prakosa, Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo dan Ketua PAC Banjarsari, Roy Saputro muncul dalam penjaringan calon ketua DPC PDI Perjuangan Solo.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan Teguh dan Rheo sama-sama diusulkan lima PAC.
Sementara dua nama lain yang diusulkan PAC, yakni Budi Prasetyo diusulkan 4 PAC dan Roy Saputro diusulkan satu PAC.
Sesuai dengan Peraturan Partai tentang Penjaringan Calon Ketua DPC, setiap PAC memiliki kesempatan untuk mengusulkan tiga nama yang nantinya akan disetor ke DPP.
Yang menarik, usulan nama-nama calon Ketua DPC yang diusulkan kelima PAC itu hampir seragam, yakni Teguh Prakosa, Rheo Y Fernandez dan Budi Prasetyo.
“Hanya PAC Banjarsari yang beda, nama Budi Prasetyo tidak muncul, gantinya Roy Saputro,” kata sumber tersebut.
Saat dikonfirmasi, Rheo Yuliana Fernandez membenarkan namanya muncul dalam penjaringan tingkat DPC PDIP Kota Solo.
"Saya melihat ini sebagai kepercayaan terhadap Kader Muda Partai dari PAC kepada saya selama terjun di dunia politik," jelas Rheo.
Meski terbilang baru satu tahun menjadi anggota DPRD, namun Rheo mengaku sudah terjun ke dunia politik sejak tahun 1999.
"Sejak tahun 1999 saya sudah menjadi pengurus Anak Ranting hingga sekarang di PAC. Namun baru terjun dalam politik aktif sebelum pencalonan hingga sekarang sebagai anggota dewan , ya baru dua tahun ini. Jadi saya melihat nama saya diusulkan sebagai bentuk apresiasi," katanya.
Meski baru menjadi anggota DPRD selama satu tahun, Rheo mengaku siap jika seandainya namanya terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Kota Solo.
"Ya, sebagai kader siap tidak siap, harus siap. Tapi saya tahu kok, ukuran baju saya berapa. Jadi saya ini biarkan berjalan natural dan mengalir," pungkasnya.
Sebagai informasi, mekanisme pemilihan kali ini berbeda dari sebelumnya. Berdasarkan PP Nomor 01 Tahun 2025 pascakongres, penjaringan dilakukan mulai dari tingkat PAC, hingga DPC. Nama-nama yang muncul kemudian diserahkan ke DPP untuk diseleksi lebih lanjut. (dam)
Editor : Damianus Bram