Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus Mahardika vs Motor di Solo, Soal Tersangka, Ini Jawaban Kepolisian

Antonius Christian • Kamis, 11 September 2025 | 21:09 WIB
Polisi dalami kecelakaan maut Bus Mahardika vs motor di Kabangan, Solo.
Polisi dalami kecelakaan maut Bus Mahardika vs motor di Kabangan, Solo.

RADARSOLO.COM – Penyelidikan kasus kecelakaan maut yang melibatkan Bus AKAP Mahardika bernopol B 7160 SGA dan sepeda motor Yamaha Mio AD 4181 TO, menewaskan Sri Haryanti (45), warga Pajang, Laweyan, masih berlanjut.

Hingga Kamis (11/9), Satlantas Polresta Solo memastikan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Setyo mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa kendaraan, hingga menganalisis rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Menurutnya, tahapan ini penting agar polisi dapat memastikan urutan peristiwa sebelum mengambil keputusan hukum.

“Kita masih dalam proses pendalaman. Pada Rabu sekira pukul 13.33 WIB kita menerima laporan dan langsung melakukan olah TKP. Benar ada kecelakaan antara bus Mahardika dengan kendaraan roda dua di lampu merah Kabangan. Bus melaju dari arah timur ke barat, sementara motor dari arah utara ke barat. Keduanya terlibat benturan di persimpangan itu,” jelas Setyo di Mapolresta Solo.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, baik bus maupun motor melaju dengan kecepatan relatif sedang, sekitar 30–40 km per jam. Namun, polisi masih mencari kepastian siapa yang lebih dulu masuk persimpangan.

Dari olah TKP ditemukan dua titik benturan. Pertama di badan jalan, kemudian kedua di bodi bus bagian bagasi samping yang penyok. “

Di bagian bagasi bus ada penyok, tetapi tidak ada bekas cat ataupun goresan dari motor. Hal ini membuat kami harus mendalami lebih jauh. Kami butuh analisis ahli untuk memastikan bagaimana posisi kendaraan sebelum benturan,” tambahnya.

Salah satu bukti penting yang kini dianalisis adalah rekaman CCTV di persimpangan Kabangan. Polisi ingin memastikan status lampu lalu lintas saat kejadian.

“CCTV memang ada di persimpangan itu. Yang perlu kami dalami adalah apakah bus melintas dalam kondisi lampu kuning menuju merah atau sudah merah penuh. Demikian juga motor, apakah masuk dari kuning menuju hijau atau sudah hijau penuh. Itu yang sedang kami analisis bersama keterangan ahli,” beber Setyo.

Polisi telah memeriksa sopir bus, Katno, serta sejumlah saksi mata. Namun, semuanya masih berstatus saksi. Kendaraan yang terlibat juga diamankan di Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka. Semua masih berstatus saksi. Kami pastikan proses penyelidikan dilakukan transparan,” tegas Setyo.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian di persimpangan berlampu lalu lintas.

“Kalau lampu masih kuning jangan dipaksakan. Begitu juga saat lampu hijau, jangan langsung tancap gas. Pastikan kendaraan dari arah lain sudah benar-benar berhenti,” imbaunya.

Setyo menambahkan, persimpangan Kabangan memang dikenal padat lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Karena itu, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#kecelakaan #akap #solo