RADARSOLO.COM - Pembayaran saat menggunakan jasa kusir bendi maupun becak hias lampu di Kota Solo semakin modern.
Tidak perlu lagi memakai uang tunai dan harus repot ketika tidak punya kembalian.
Kini, masyarakat bisa menggunakan pembayaran nontunai dengan memakai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pada Jumat (12/9), kusir bendi dan becak hias lampu mendapat pendampingan agar fasih melayani transaksi digital menggunakan QRIS demi kenyamanan wisatawan.
Setidaknya ada 50 kusir bendi dan becak hias lampu dibekali cara bertransaksi sekaligus diberi stiker barcode di bendi serta becak hias lampu.
"Selama ini kan kalau penumpang uangnya besar kan susah memberi kembalian. Dan banyak penumpang yang menanyakan apakah bisa pakai QRIS atau tidak. Lebih menguntungkan karena (pembayaran) lebih mudah," kata Sunardi, 50, salah seorang kusir bendi di kawasan Stadion Manahan.
Antusiasme Pengemudi dan Dukungan Digitalisasi Transportasi Wisata
Sunardi dan rekan-rekannya yang tergabung dalam paguyuban kusir bendi wisata di Solo ini antusias menyambut program pemerintah tersebut.
Ia berharap seluruh rekannya yang berjumlah hampir 90 orang bisa segera difasilitasi dengan QRIS.
"Kendalanya kalau yang tua-tua, tetapi yang muda bisa (pakai QRIS). Ya semoga bisa mempermudah, jadi tidak perlu menukar uang dulu," ucapnya.
Dalam kegiatan sore itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menggandeng Bank Indonesia dan BNI Cabang Solo.
Selain di kawasan Manahan, program ini menyasar kusir bendi dan becak hias di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, dan Gladag.
"Kami sudah melengkapi bendi dan becak hias sudah sekitar 350 unit. Kemudian hari ini kita tambah 50 bendi dan becak lampu," ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Solo Ari Wibowo. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono