RADARSOLO.COM – Kekesalan pedagang Pasar Mebel Mojo memuncak, seiring terjadinya pergantian kepala pasar atau lurah pasar setempat beberapa waktu lalu.
Pedagang melakukan beberapa mediasi, hingga akhirnya harus ditinjau langsung oleh Komisi II DPRD Kota Solo, hingga berbuntut pada mengembalikan lurah pasar yang lama ke Pasar Mebel Mojo karena dianggap lebih pro dengan pedagang.
Sekadar informasi, Pedagang Pasar Mebel Mojo merasa dianaktirikan atau kurang mendapat perhatian dari Pemkot Solo.
Berawal dari dilakukannya proses pemindahan Pasar Mebel Gilingan ke Pasar Darurat sampai akhirnya masuk ke lokasi baru di Mojo, Jebres.
Yang mana sampai hari ini tak sekalipun terdengar wacana peresmian oleh pemkot, sekalipun telah terjadi pergantian kepala daerah, sejak era Gibran Rakabuming hingga Respati Ardi.
Alasan lain yang memicu ketidaksenangan pedagang dipicu karena persoalan kondisi pasar yang kurang memuaskan. Ada beberapa bagian retak atau rusak sejak awal ditempati. Ada beberapa titik bocor juga.
Kepala pasar yang baru jug dianggap kebijakannya dinilai memberatkan pedagang dan pengusaha kerajinan mebel di pasar setempat.
“Beliau (kepala pasar kala itu, Red) tidak bisa mengayomi. Kami dituntut retribusi terus, padahal dulu waktu pindah dari gilingan ada 10 poin tuntutan pedagang. Diantaranya bebas retribusi selama 2 tahun, ada keringanan jika pasar belum ramai (pasca relokasi, Red),” ucap Darmi, Ketua Paguyuban Pasar Mebel Mojo, Senin (15/9).
Kejadian itu membuat pedagang mengadu ke Komisi II DPRD Kota Solo. Salah satu tuntutannya adalah mengembalikan lurah pasar yang lama agar kembali bertugas di Pasar Mebel Mojo. Upaya perbaikan dan penyempurnaan bangunan juga diharapkan bisa segera dilakukan, khususnya yang dirasa kurang cocok untuk display produk kayu dan sejenisnya.
“Kondisi di Pasar Mebel ini kan beda dengan Pasar Legi atau Pasar Gede, jualan seminggu di sini belum tentu ada dagangan yang laku. Kondisinya banyak orang yang belum tahu kalau Pasar Mebel Gilingan pindah ke sini, kalau bisa sekalian di IKM Srikayu dikasih informasi kalau Pasar Mebel pindah di Bong Mojo,” ucapnya.
Hasil dari audiensi dengan komisi II, usulan pedagang untuk mengembalikan kepala pasar yang lama akhirnya dijawab oleh pemerintah. Hal ini pun membuat pedagang Pasar Mebel Mojo melakukan syukuran dengan aksi potong tumpeng seadanya pada Sabtu (13/9) lalu.
“Kami tasyakuran karena lurah yang lama dikembalikan ke pasar, di bantu bu dewan. Tetapi kami juga masih meminta agar pasar ini segera diresmikan dan ada promosi dari pemerintah kota,” harap Darmi dan seluruh pedagang pasar.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo Mukarromah membenarkan adanya tuntutan dari pedagang Pasar Mebel Mojo. Dia yang sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi membenarkan bahwa kondisi Pasar Mebel saat ini memang jauh dari istilah ramai.
“Kami coba minta ke Mas Wali untuk memperhatikan, syukur kalau bisa diresmikan. Soal penambahan kanopi semoga bisa masuk di perubahan tahun depan. Nanti kami komunikasikan dengan dinas agar segera ada promosi dan papan informasi,” hemat politisi PKB itu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy