RADARSOLO.COM – Langkah antisipasi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) terus diperkuat di Kota Bengawan. Tim Cegah Satgaswil Densus 88 Jawa Tengah Wilayah Solo Raya melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo.
Rombongan dipimpin Katim Cegah Satgaswil Densus 88 Solo Raya, AKP (Purn) Jaka Parjana, dan diterima langsung oleh Kepala Kemenag Solo KH. Ulin Nur.
Dalam forum tersebut, Jaka menyampaikan update situasi keamanan nasional sekaligus paparan program pencegahan yang kini tengah digencarkan di Solo Raya.
“Alhamdulillah, lebih dari tiga tahun terakhir kita berada dalam kondisi zero attack, nihil aksi teror,” ungkap Jaka.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa situasi kondusif bukan berarti bebas ancaman. Pihaknya tetap mengedepankan pendekatan preventif agar benih-benih paham IRET bisa dipatahkan sejak dini.
“Kami ingin sinergi dengan Kemenag Solo agar gerakan preventif lebih masif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, Densus 88 menjadwalkan kunjungan berkala ke 48 pondok pesantren di wilayah Solo!Raya. Agenda tersebut dikemas dalam bentuk pembinaan, sosialisasi bahaya IRET, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
“Kami juga rutin menyasar remaja, guru, ASN, hingga masyarakat umum supaya mereka memiliki daya imun terhadap pengaruh negatif,” jelasnya.
Selain itu, program deradikalisasi turut digarap serius, termasuk pendampingan bagi eks-narapidana teroris (napiter) dan keluarganya. Koordinasi berlapis dari tingkat provinsi hingga kelurahan juga terus dijalankan.
“Kuncinya pencegahan, jangan tunggu setelah ada kejadian baru bergerak,” tandas Jaka.
Kepala Kemenag Solo, KH. Ulin Nur, menyatakan apresiasinya atas sinergi tersebut. Menurutnya, program moderasi beragama di Solo kini semakin kuat melalui berbagai terobosan, salah satunya penempatan fungsi kerukunan di setiap RT.
“Kami ingin suasana damai dan penuh cinta antarsesama bisa hadir dalam keseharian warga,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag Solo telah menghadirkan Collaborator Tolerant Center (CTC), tempat warga lintas agama bisa berkonsultasi dengan penyuluh agama.
Ke depan, pihaknya juga menyiapkan Program Rumah Ibadah Berseri sebagai episentrum harmoni sosial.
“Dengan langkah bersama ini, insyaallah Solo semakin kondusif, aman, dan damai,” pungkas Ulin. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy