Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Pilu Keluarga di Solo: Ibu Meninggal Dunia Akibat Terlindas Bus, sang Ayah Sudah Lebih Dulu Berpulang

Antonius Christian • Minggu, 21 September 2025 | 19:47 WIB
Perwakilan Polresta Solo di rumah duka SH di Jalan Belukan, Pajang untuk memberikan dukungan moril.
Perwakilan Polresta Solo di rumah duka SH di Jalan Belukan, Pajang untuk memberikan dukungan moril.

RADARSOLO.COM- Nasib pilu menimpa lima anak di Solo. Setelah ibu mereka, SH, 45, meninggal dunia dalam kecelakaan maut di persimpangan Kabangan pada 10 September 2025.

Mereka kini menjadi yatim piatu. Sebab sang ayah sudah lebih dulu meninggal pada Februari 2025.

Kehilangan kedua orang tua dalam waktu berdekatan jelas menjadi pukulan berat bagi anak-anak ini.

Anak pertama yang sudah berkeluarga kini harus kembali ke rumah duka untuk mendampingi adik-adiknya.

Anak kedua yang sudah bekerja juga ikut menopang kebutuhan sehari-hari.

Mengingat anak ketiga masih duduk di bangku SMP, dan si bungsu yang merupakan anak kembar berusia 7 tahun baru kelas 1 SD.

Situasi berat ini menarik empati banyak pihak. Unit Gakkum Satlantas Polresta Solo bahkan mendatangi rumah duka di Jalan Belukan, Pajang.

Kedatangan mereka dipimpin langsung oleh Kanit Gakkum Vebby Ramadani bersama Kasubnit 2 Gakkum Ipda Yuli Nurus Yani, serta sejumlah personel.

Mereka menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral.

“Kami diterima baik oleh pihak keluarga. Termasuk putra tertua korban yang sebenarnya sudah tinggal di Karanganyar, namun kini harus mengurus adik-adiknya,” ungkap Ipda Yuli.

Mediasi Sedang Berjalan, Dermawan Siap Bantu

Sehari-hari, SH dikenal sebagai pedagang. Kepergiannya meninggalkan lima anak, tiga di antaranya masih di bawah umur.

Baca Juga: Fenomena Gempa di Sukabumi-Bogor, BMKG Sebut 29 Gempa Susulan Terjadi dalam Waktu Singkat

“Yang paling butuh perhatian adalah anak-anak yang masih sekolah, terutama yang SMP dan si kembar yang masih kecil,” tambah Ipda Yuli.

Kisah pilu ini menarik perhatian dermawan. Sejumlah pihak mulai menyatakan niat untuk membantu.

Ada dermawan yang siap menanggung kebutuhan si kembar. Bahkan, muncul wacana pengasuhan yang kini masih menunggu keputusan keluarga besar.

“Kami berharap anak-anak ini mendapat dukungan terbaik. Wacana pengasuhan tentu bergantung keluarga, tapi sudah ada yang siap mengasuh,” jelas Yuli.

Sementara itu, terkait penyelesaian kasus kecelakaan, polisi masih memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan pihak bus.

“Apakah diselesaikan secara kekeluargaan atau berlanjut ke ranah hukum,” tegas Yuli.

Diketahui, kecelakaan terjadi di Jalan Dr. Radjiman, simpang Kabangan, sekitar pukul 13.33.

Saat itu, motor yang dikendarai SH bertabrakan dengan bus AKAP Mahardhika.

SH yang terjatuh terlindas ban belakang bus hingga meninggal di lokasi kejadian. (atn)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kecelakaan #persimpangan kabangan #Terlindas Bus #yatim piatu #polresta solo #kisah pilu