RADARSOLO.COM - Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Solo masih menjadi perhatian serius.
Data Satlantas Polresta Solo menunjukkan, faktor utama penyebab kecelakaan berasal dari kelalaian pengendara, pelanggaran aturan, dan rendahnya disiplin berkendara.
Fenomena ini menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas warga Kota Bengawan.
Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan.
Momentum ini dijadikan refleksi sekaligus evaluasi kebijakan dan pola pelayanan lalu lintas yang selama ini dijalankan.
“Keselamatan dan ketertiban di jalan raya tetap prioritas kami. Perayaan HUT ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Polresta Solo dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Agung, usai kegiatan di Markas Satlantas, Rabu (24/9).
Menurut Agung, tantangan terbesar adalah angka kecelakaan yang fluktuatif. Polresta Solo menekankan pendekatan humanis, tidak hanya bersandar pada tindakan represif seperti tilang. Edukasi, sosialisasi, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi strategi utama.
“Sekadar menindak tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana kesadaran tertib lalu lintas bisa tumbuh dari masyarakat sendiri. Itu sebabnya kami rutin melakukan sosialisasi ke sekolah, komunitas pengendara, hingga organisasi masyarakat,” jelasnya.
Teknologi juga dimanfaatkan untuk menekan pelanggaran. Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi instrumen penting untuk menegakkan aturan secara transparan.
Layanan digital lain, seperti perpanjangan SIM online dan aplikasi pelayanan publik, terus ditingkatkan agar lebih mudah diakses masyarakat.
“ETLE menjadi langkah besar dalam menegakkan aturan. Tidak ada lagi ruang untuk negosiasi di lapangan. Sementara itu, SIM online memudahkan masyarakat tanpa antre panjang,” terang Agung.
HUT tahun ini diramaikan dengan doa bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, hingga servis motor gratis. Pelajar, pengemudi ojek online (ojol), dan paguyuban sopir antar kota ikut ambil bagian dalam kampanye keselamatan lalu lintas.
“Kami ingin pesan keselamatan ini sampai ke semua lapisan masyarakat. Ojol, sopir antar kota, hingga pelajar memiliki peran besar menciptakan lalu lintas tertib,” ujar Agung.
Sejumlah peserta menyambut positif langkah ini. Budi, pengemudi ojol, mengaku kegiatan seperti servis motor gratis dan kampanye keselamatan sangat membantu.
“Kadang kami lupa cek kondisi motor, padahal itu penting untuk keselamatan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ungkapnya.
Agung menegaskan, Polresta Solo ingin hadir bukan sekadar aparat penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat. Sinergi dengan sekolah, komunitas, dan publik menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan pelayanan publik.
“Dengan kerja sama yang baik, lalu lintas di Solo bisa lebih aman, tertib, dan pelayanan publik semakin mudah dijangkau,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy