Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dari Masjid Agung hingga Vihara, Program Biopori di Solo Jadi Contoh Ecotheologi untuk Umat

Silvester Kurniawan • Kamis, 25 September 2025 | 01:41 WIB
Wawali Solo Astrid Widayani launching gerakan pembuatan biopori halaman tempat ibadah. (Humas Pemkot Solo)
Wawali Solo Astrid Widayani launching gerakan pembuatan biopori halaman tempat ibadah. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan program pembuatan lubang biopori di tujuh titik rumah ibadah, Rabu (24/9/2025). Ke depan, gerakan ini ditargetkan berjalan rutin minimal satu rumah ibadah per bulan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Solo Ahmad Ulin Nur Hafsun menjelaskan, kegiatan ini dikemas dalam Gerakan Rumah Ibadah Berseri Solo (Gemari Solo) yang diinisiasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI). Dalam pelaksanaannya, program tidak hanya membuat biopori, tetapi juga disertai penanaman pohon serta diskusi interaktif dengan pengurus dan jamaah rumah ibadah.

“Sudah berjalan empat bulan, hanya saja baru resmi dilaunching hari ini. Harapannya rumah ibadah bisa menjadi pelopor kerukunan, ramah untuk semua umur, dan ramah lingkungan,” ujar Ulin seusai kegiatan di Masjid Agung Solo.

Selain di Masjid Agung, lubang biopori juga dibuat di enam rumah ibadah lain, termasuk gereja, pura, dan vihara. Total ada 35 lubang biopori yang dipasang di tujuh titik berbeda pada hari ini.

“Minimal sebulan sekali kami bergerak dari satu rumah ibadah ke rumah ibadah lainnya. Tidak ada target tahunan, tapi gerakan ini akan berjalan terus,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, yang hadir dalam launching program ini, menyambut positif inisiatif Kemenag Surakarta. Menurutnya, keberadaan biopori dan penanaman pohon akan membantu mengurangi genangan air dan potensi banjir di Solo.

“Ada istilah baru ecotheologi, maknanya agar kita lebih peduli dengan lingkungan. Harapannya berbagai tempat di Solo bisa mencontoh gerakan ini,” ungkap Astrid. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#kemenag #biopori #Rumah Ibadah #Astrid Widayani