RADARSOLO.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tegaskan pengawasan kualitas menu yang disajikan dalam program makan bergizi gratis (MBG) akan terus dilakukan.
Meskipun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau pengelola dapur MBG sudah dilengkapi sertifikat laik higienis sanitasi (SLHS).
Bagi yang belum punya SLHS, pemkot meminta pengelola segera ajukan permohonan.
Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan, pengawasan MBG akan terus dilakukan secara berkala.
Seiring terbentuknya satuan tugas (satgas) khusus untuk meminimalkan kejadian tidak diinginkan selama pelaksanaan program nasional itu.
“Kami akan terus awasi, baik yang syaratnya sudah lengkap ataupun yang belum lengkap. Ini untuk memastikan zero accident,” kata Respati, kemarin (1/10).
Saat ini ada 17 SPPG yang beroperasi melayani MBG. Dari jumlah itu, 16 SPPG belum memiliki SLHS.
Respati meminta agar pengelola segera mengurusnya. Selain itu, pemkot juga menginstruksikan jajarannya untuk jemput bola.
“Saya minta SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) selaku pihak yang berkaitan dengan program MBG, ikut menyosialisasikan ke pengelola dapur. Dari dinas kesehatan juga sudah saya minta untuk segera turun,” tegasnya.
Sembari melengkapi SLHS, pemkot meminta masyarakat ikut mengawasi MBG. Masyarakat dipersilakan melapor jika menemukan hal-hal yang dianggap kurang baik.
Pengawasan bersama itu konsisten disampaikan pemkot, mengingat sebelumnya juga mempersilakan para orang tua siswa untuk ikut mengawasi.
Caranya dengan kunjungan langsung ke SPPG di wilayah masing-masing.
“Kami sediakan kanal aduan untuk masyarakat. Kami akan mengajak wali murid juga. Silakan kunjungan ke dapur,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mendukung upaya pemkot dalam pengawasan MBG.
Sebab, kejadian maupun laporan yang kurang sedap cukup banyak disampaikan masyarakat lewat media sosial dan sejenisnya.
“Melibatkan masyarakat untuk ikut mengawasi MBG, itu langkah yang baik dalam hal kontrol sosial. Jadi, instansi yang berkaitan juga ikut membersamai dan mengawasi,” hemat Sugeng. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy