Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Operasional RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Kota Solo Masih Jadi Misteri

Silvester Kurniawan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:15 WIB
CEK: Duta Besar UEA, Abdulla Salem Obaid Aldhaheri  melihat salah satu fasilitas di dalam RS Kardiologi Emirates–Indonesia pada Senin (29/9) lalu.
CEK: Duta Besar UEA, Abdulla Salem Obaid Aldhaheri  melihat salah satu fasilitas di dalam RS Kardiologi Emirates–Indonesia pada Senin (29/9) lalu.

RADARSOLO.COM – Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates–Indonesia di-soft lauching-kan pada Senin (29/9) lalu.

Meski demikian belum ada kepastian kapan rumah sakit yang pembangunannya didanai oleh Uni Emirat Arab (UEA) itu akan beroperasi.

Ditemui beberapa saat usai soft launching dilakukan, Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku bersyukur pada Senin (29/9) lalu kegiatan soft launching RS Kardiologi yang ada di kawasan Solo Techno Park, Jebres itu sudah dilakukan, seiring dengan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan pihak UEA.

Alhamdulillah sudah ditandatangani berita acara dari UEA dengan Kementerian Kesehatan. Harapannya bisa segera beroperasi dan melayani masyarakat,” terangnya.

Disinggung soal kapan mulai operasional, Wali Kota Solo masih belum bisa menjelaskan, karena sejak penandatanganan itu dilakukan RS Kardiologi sepenuhnya dikelola oleh Kementerian Kesehatan melalui RSUD Dr. Sardjito selaku operator.

Meski demikian pihaknya berharap kehadiran rumah sakit khusus jantung dan pembuluh darah itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Bengawan.

Grand opening kapan? Kami masih menunggu karena sekarang sudah ditangani oleh Kementerian Kesehatan, walau aset dan tanah masih milik Pemkot Solo. Saya berharap ini benar-benar bisa dimanfaatkan bagi masyarakat Surakarta,” paparnya.

Disinggung soal peran pemkot dalam operasional RS Kardiologi Emirat itu, pihaknya memastikan tidak terlibat dalam pengelolaan sampai nantinya aset itu diserahkan kembali ke Pemkot Solo.

Meski demikian pihaknya memastikan bahwa status tanah dan aset bangunan rumah sakit  masih menjadi milik pemkot, sekalipun saat ini masih dioperasikan oleh RSUD Dr. Sardjito selaku pihak yang ditunjuk pemerintah pusat.

“Kami dari pemerintah Solo  menyumbangkan dua dokter dan lima perawat dari total tenaga kerja yang ada di sana dari total 100 orang tenaga kerja. Memang jumlahnya sedikit, tetapi saya harap kementerian kesehatan serius dalam (menjalankan, Red) kebijakan ini,” terangnya.

Sekadar informasi, dalam softlaunching yang dilakukan Senin lalu itu kegiatan itu dilakukan tertutup tanpa diliput oleh awak media.

Serah terima hibah senilai Rp 417,3 miliar itu ditandai dengan penandatanganan berita acara Duta Besar UEA, Abdulla Salem Obaid Aldhaheri dengan Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya dan disaksikan oleh sejumlah pihak terkait termasuk Pemkot Solo.

“Kalau peresmian nunggu jadwal presiden atau wapres dulu,” kata Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono, beberapa waktu lalu. (ves/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#rumah sakit #Uni Emirat Arab (UEA) #RS Kardiologi