Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Haul Habib Ali, Tutup Total Jalan Kapten Mulyadi, Contraflow Disiapkan

Silvester Kurniawan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:15 WIB
PRIORITAS: Jalan Kapten Mulyadi bakal ditutup seperti tahun lalu di acara haul Habib Ali.   
PRIORITAS: Jalan Kapten Mulyadi bakal ditutup seperti tahun lalu di acara haul Habib Ali.  

RADARSOLO.COM – Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi ke-114 dipastikan bakal kembali menyedot perhatian ribuan jemaah.

Untuk mendukung kelancaran acara tahunan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menyiapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran, termasuk menutup ruas Jalan Kapten Mulyadi mulai Sabtu (11/10) hingga Senin (13/10).

Penutupan akan dimulai Sabtu siang pukul 13.00 dari Simpang Pasar Kliwon hingga Simpang Baturono.

Kebijakan ini diambil demi kelancaran arus jemaah dan keamanan pengguna jalan

“Perkiraan kami akan berlangsung sejak Sabtu siang sampai Senin sore. Biasanya puncak kepadatan terjadi malam hari hingga dini hari, karena jamaah banyak yang datang pada jam-jam tersebut,” terang Kepala Dihub Kota Solo Taufiq Muhammad, Kamis (1/10).

Dishub menyiapkan skema pengalihan arus bagi kendaraan dari berbagai arah.

Dari arah utara, arus kendaraan akan dialihkan ke Simpang Loji Wetan – Jalan Mayor Kusmanto – Jalan Jenderal Sudirman – hingga Bundaran Gladag.

Dari Gladag, diberlakukan sistem contraflow sampai Simpang Empat Nonongan, supaya kendaraan bisa masuk ke Jalan Yos Sudarso dan melanjutkan perjalanan ke arah selatan.

Sedangkan untuk kendaraan dari arah Kiai Mojo menuju pusat kota akan diarahkan melalui Jalan Sungai Serang, lalu ke Jalan Kahar Muzakir, tembus Brigjen Sudiarto.

Khusus ruas Jalan Kahar Muzakir, dari Simpang Brigjen Sudiarto sampai Simpang Kusumodilagan, diberlakukan sistem dua arah.

“Rekayasa ini sudah kami uji sejak tahun lalu. Intinya, arus dibuat fleksibel agar jamaah maupun pengguna jalan lain tetap bisa bergerak, meskipun ada penutupan di titik utama,” jelas Taufiq.

Terkait car free day (CFD) pada Minggu (12/10), dishub masih bersifat opsional. Jika situasi padat, CFD bisa ditiadakan demi kelancaran jamaah haul.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, salah satu persoalan terbesar saat haul adalah parkir.

Ribuan bus dan kendaraan pribadi memadati kawasan sekitar Pasar Kliwon dan Jalan Kapten Mulyadi. Dishub telah menyiapkan sejumlah kantong parkir besar untuk menampung bus jamaah.

Lokasi parkir bus tersebar di Benteng Vastenburg sisi timur dan barat, halaman serta depan Mako Brimob Mojo, eks Denbekang Gilingan, area Pedaringan, Terminal Tipe A Tirtonadi, sepanjang Jalan Juanda sisi utara, Joyokusuman, area barat Fave Hotel Solobaru, area barat Kolam Renang Pandawa Solo Baru, serta Taman Makam Pahlawan (TMP) Jurug.

Sementara itu, kendaraan pribadi diarahkan parkir di kawasan on street Alun-Alun Utara Keraton Surakarta sisi timur.

“Yang kami antisipasi adalah masalah parkir. Ini selalu jadi kendala setiap tahun. Karena itu, semua kantong parkir sudah kami siapkan dan petugas akan ditempatkan di setiap titik,” ungkap Taufiq.

Dishub juga menerapkan sistem drop zone. Artinya, bus hanya boleh menurunkan jamaah di sekitar lokasi haul, setelah itu langsung diarahkan ke kantong parkir yang sudah disiapkan.

Selain rekayasa lalu lintas dan kantong parkir, dishub juga menyiapkan ratusan personel yang disebar di berbagai titik.

Personel akan disiagakan penuh selama 24 jam, terutama pada malam hari ketika arus kedatangan jamaah memuncak.

“Biasanya jemaah datang malam hari sampai subuh. Itulah kenapa pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada malam hari jadi fokus utama kami. Jangan sampai bus parkir sembarangan di jalan, lalu ditinggal begitu saja,” tegas Taufiq.

Ia menambahkan, dishub juga mengantisipasi potensi praktik pungutan liar (pungli) di lapangan, terutama terkait tarif parkir. Dishub menetapkan tarif resmi parkir insidental bus sebesar Rp. 25 ribu.

“Meski sifatnya insidental, tidak semua orang bisa menarik parkir. Besok warga yang terlibat akan kami kumpulkan, diberi pengarahan, dan izin resmi. Jadi tidak ada lagi cerita harga parkir bus sampai tembus ratusan ribu. Kami pertebal personel sekaligus untuk menghindari kepruk harga,” tandasnya.

Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi merupakan acara keagamaan tahunan yang selalu dipadati jamaah dari berbagai kota di Indonesia bahkan mancanegara.

Habib Ali dikenal sebagai ulama besar penyusun kitab Simtudduror yang dibaca dalam berbagai majelis maulid di tanah air.

Kegiatan haul dipusatkan di kawasan Pasar Kliwon, Solo, yang merupakan lokasi makam Habib Ali. Ribuan jemaah diperkirakan datang sejak sehari sebelum acara.

Sejak beberapa tahun terakhir, dishub bersama kepolisian dan satpol PP selalu melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

“Intinya, kami ingin memastikan bahwa peringatan haul berjalan lancar, khidmat, dan jamaah merasa nyaman. Dengan kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat, insyaallah semuanya terkendali,” terang Taufiq. (atn/bun)

Rekayasa Lalu Lintas Haul Habib Ali

Ruas Jalan Ditutup

Jalan Alternatif

Lahan Parkir Jemaah

 

Editor : Niko auglandy
#haul #Habib Ali #penutupan jalan #pasar kliwon