RADARSOLO.COM – Pelestarian batik kini menemukan panggung baru yang tak biasa. Untuk kali pertama, salah satu gerbong KRL commuter line rute Solo Balapan–Palur disulap menjadi catwalk dadakan, Kamis (2/10).
Sebanyak 15 siswa SMK Marsudirini Marganingsih Solo berlenggak-lenggok memperagakan busana batik modern karya tiga UMKM lokal: Tlenik Arts, Sisca Jemputan Home Industri, dan Esaje Sikop.
Asisten Manager PT KAI Commuter Wilayah 6 Jogjakarta Yudanto Adhi Cahyono mengatakan, acara ini merupakan upaya menghadirkan batik lebih dekat dengan keseharian masyarakat
“Biasanya batik tampil di panggung resmi. Kali ini kami hadirkan di stasiun dan di dalam KRL agar masyarakat melihat batik dalam suasana sehari-hari,” ujarnya.
Inisiatif ini sejalan dengan wajah baru KRL yang berhias livery batik, juga kebiasaan pegawai KAI mengenakan batik pada hari tertentu.
Kegiatan tersebut terwujud berkat kolaborasi PT KAI Commuter, komunitas Republik Aeng-Aeng, serta SMK Marsudirini Marganingsih.
Kepala sekolah, Veronika Etyk Kristianti, menegaskan pesan yang ingin dibawa: batik bukan hanya untuk acara formal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa batik bisa dibawa ke ruang publik. Bahkan dalam KRL sekalipun tetap pantas dan menarik,” ujarnya.
Salah satu desainer, Anitasari, menghadirkan enam koleksi Esaje Sikop bertema anak muda. Koleksinya berupa outer, celana, hingga crop top bernuansa batik kontemporer.
“Tujuannya agar generasi Z merasa bangga memakai batik. Batik itu bukan sesuatu yang kuno, tapi bisa tampil modern dan kekinian,” tandasnya. (zia/bun)
Editor : Niko auglandy