RADARSOLO.COM – Alih-alih gentar dengan desakan sejumlah relawan Jokowi, pakar telematika Roy Suryo justru menanggapi santai.
Dorongan agar dia ditetapkan tersangka kasus tudingan dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dianggap Roy tak memiliki dasar kuat. Roy bahkan memilih menanggapinya dengan nada santai desakan publik kepadanya.
“Tertawakan saja, saya minta masyarakat Indonesia berpikir cerdas dan waras,” ujarnya saat menghadiri diskusi buku Jokowi’s White Paper di Gedung Umat Islam Solo.
Sebelumnya, belasan relawan Jokowi berkumpul dan membacakan delapan poin tuntutan, salah satunya mendesak Polda Metro segera menetapkan tersangka kasus dugaan ijazah palsu.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan Wakil Ketua Umum Joman, Andi Azman, pada Kamis (2/10).
Roy tak menampik ada kelompok relawan sebelumnya muncul dan mendesak polisi agar dalam dua pekan kedepan ada peningkatan status menjadi tersangka, sampai pada penahanan terhadap dirinya dan dua pihak lain.
“Itu kan menggertak polisi. Kalau dua pekan tidak ada peningkatan status tersangka, lalu mengancam demo. Itu contoh yang tidak baik,” tandasnya.
Lebih lanjut, Roy menegaskan dia tidak terpengaruh desakan relawan.
Dia tetap meyakini temuan bukti terkuat ijazah palsu diklaimnya berasal dari KPU DKI Jakarta saat Jokowi mendaftar pilgub.
“Saya mendapatkan bukti salinan ijazah Jokowi dari KPU DKI. Itu menguatkan 99,9 persen palsu. Isi buku Jokowi’s White Paper justru menegaskan hal itu,” beber Roy. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy