Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perkuat Solo sebagai Kota Batik Dunia: Kampung Wisata Batik Kauman Luncurkan Enam Showroom Bersama untuk Tingkatkan Daya Tarik dan Pemasaran

Antonius Christian • Senin, 6 Oktober 2025 | 01:06 WIB
Wisatawan berswafoto di salah satu sudut Kampung Batik Kauman yang juga masuk prioritas pembangunan.
Wisatawan berswafoto di salah satu sudut Kampung Batik Kauman yang juga masuk prioritas pembangunan.

RADARSOLO.COM-Upaya memperkuat posisi Solo sebagai kota batik dunia terus dilakukan.

Tak ingin tertinggal dari Laweyan maupun kampung batik di daerah lain, Kampung Wisata Batik Kauman kini tampil dengan semangat baru.

Kawasan yang terletak di jantung Kota Solo itu meluncurkan enam showroom bersama sebagai langkah konkret untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memperluas pemasaran produk batik.

Peluncuran showroom bersama ini menjadi tonggak baru bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

Sebab, selama ini banyak perajin batik di Kauman yang menghadapi kendala lokasi usaha, terutama akses jalan yang sempit dan kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan.

Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan bersama warga untuk menjadikan Kauman tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai destinasi wisata batik yang nyaman dan lengkap.

“Kami membutuhkan showroom bersama sebagai bentuk dukungan untuk pelaku UMKM agar bisa naik kelas dan bersaing dengan kampung batik lain di Indonesia,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan, peluncuran enam showroom ini merupakan hasil kolaborasi antara Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman dan Koperasi Syarikat Dagang Kauman.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat jaringan pemasaran batik Kauman yang selama ini masih bersifat individual.

“Potensi di Kauman ini luar biasa. Banyak perajin batik yang hasil karyanya sudah dikenal sampai luar negeri. Tapi karena lokasi usaha mereka di gang sempit, tidak semua wisatawan bisa menjangkaunya. Dengan adanya showroom bersama, produk-produk itu bisa lebih mudah diakses,” lanjutnya.

Pembenahan Kawasan, Papan Petunjuk Arah, Area Parkir, Kebersihan, dan Edukasi Proses Pembuatan Batik

Menurutnya, showroom bersama akan dibuka di sejumlah titik strategis di kawasan Kauman.

Baca Juga: Sebagian Ruas Jalan di Simpang Lima Boyolali Dibuka, Polisi Ingatkan Aktivitas Bermain Anak-anak di Area Konstruksi demi Keselamatan

Lokasi-lokasi itu dipilih agar memudahkan wisatawan yang berkunjung, sekaligus menampung produk-produk unggulan dari berbagai perajin.

Nantinya, setiap showroom akan menampilkan batik tulis khas Kauman dengan beragam motif klasik maupun modern, serta produk turunan seperti busana batik, aksesoris, dan kerajinan.

Gunawan menambahkan, pembenahan kawasan juga dilakukan dengan memperbaiki fasilitas pendukung seperti papan petunjuk arah, area parkir, serta peningkatan kebersihan lingkungan.

Semua langkah itu dilakukan agar wisatawan merasa lebih nyaman saat berkunjung.

“Kami ingin Kampung Batik Kauman tidak hanya dikenal karena batiknya, tapi juga karena keramahan warganya, kebersihan, dan suasananya yang khas Solo,” tegasnya.

Ketua Koperasi Syarikat Dagang Kauman Muhammad Yuli, 49, menambahkan, saat ini terdapat sekitar 100 pelaku UMKM di Kampung Batik Kauman.

Meski sebagian besar bergerak di bidang batik, namun ada juga yang mengembangkan usaha kuliner dan produk kreatif lain untuk mendukung aktivitas wisata.

“Kami dukung penuh adanya showroom bersama ini agar wisatawan bisa lebih nyaman berbelanja. Harapannya, omzet pelaku UMKM meningkat dan kesejahteraan warga Kauman ikut terangkat,” ungkapnya.

Yuli menuturkan, Koperasi Syarikat Dagang Kauman akan berperan sebagai pengelola dan pendamping dalam sistem penjualan serta promosi produk yang dipajang di showroom.

Nantinya, koperasi juga akan memfasilitasi pelatihan pemasaran digital dan pengemasan produk agar lebih menarik di mata konsumen.

Selain sebagai ruang pamer, showroom bersama ini juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi bagi wisatawan.

Pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan batik secara langsung, mulai dari mencanting, pewarnaan, hingga penjemuran.

Dengan konsep wisata edukatif, Kauman diharapkan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan nilai budaya dan filosofi batik kepada generasi muda.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Dampingi Wonogiri Youth Forum Gelar Wonogiri Youth Fest, Hadirkan Fun Run Hingga Rembug Kepemudaan

Dengan peluncuran enam showroom bersama ini, masyarakat Kauman optimistis kunjungan wisatawan akan meningkat, terlebih di akhir pekan dan musim liburan.

Mereka berharap langkah ini dapat memperkuat citra Solo sebagai kota batik dunia yang terus hidup, berkembang, dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya. (atn)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#solo #showroom #kota batik #kampung batik kauman