Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kepala Sekolah Partai DPP PSI Bertemu Jokowi, Wawali Kota Solo Astrid Widayani Beri Bocorannya

Antonius Christian • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:29 WIB
SILATURAHMI: Astrid Widayani berkunjung ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Selasa (7/10) pagi.   
SILATURAHMI: Astrid Widayani berkunjung ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Selasa (7/10) pagi.  

RADARSOLO.COM – Pasca dilantik sebagai Kepala Sekolah Partai DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berkunjung ke kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Selasa (7/10) pagi.

Wawali datang didampingi Anggota DPRD Kota Solo Fraksi PSI Sonny. Rombongan disambut hangat oleh pihak keluarga dan langsung diarahkan masuk ke ruang tamu untuk melakukan pertemuan tertutup yang berlangsung sekira satu jam.

“Hanya silaturahmi saja. Kemarin sempat ketemu di Bali, tapi belum sempat ngobrol lama. Jadi ini tadi melanjutkan obrolan saja,” tutur Astrid dengan senyum.

Astrid kembali menekankan tidak ada urusan politik praktis dalam pertemuan ini.

“Tidak ada pembahasan yang spesifik, tapi tentu selalu menyenangkan bisa bertemu langsung dan mendapat pandangan beliau,” pungkasnya.

Di lain sisi, Astrid tetap memberi bocoran bahwa pembicaraan dengan Jokowi sempat menyinggung mengenai peran anak muda dalam politik nasional. Jokowi diberi pemahaman tentang pentingnya pendidikan politik yang sehat, inklusif, dan membangun.

“Yang diobrolkan terkait harapan-harapan ke depan. Apalagi kalau kami diberi amanah di PSI, ini kan partai anak muda. Ke depan anak muda harus berperan di politik, dan bagaimana pendidikan politiknya bisa ditanamkan sejak dini,” kata Astrid.

Sebagai Kepala Sekolah Partai DPP PSI, Astrid mengatakan dia kini tengah merancang konsep Sekolah Partai PSI yang akan menjadi wadah pembelajaran politik bagi para kader muda.

Menurutnya, program ini akan berbeda dengan sekolah partai milik partai lain, mengingat PSI memiliki semangat dan karakter yang khas, yakni terbuka, modern, dan berbasis gagasan.

“Saya diberi kepercayaan, harapannya kami bisa memberi warna baru dalam pendidikan politik anak muda. Masukan untuk program sekolah partai sedang kami siapkan konsepnya. Tentu akan berbeda dengan partai-partai lain karena warna dan semangatnya beda di PSI,” jelasnya.

Dia menambahkan, PSI ingin memastikan bahwa anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam arena politik, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang memahami etika, substansi, dan nilai-nilai demokrasi.

Menurut Astrid, pendidikan politik yang benar bukan sekadar soal strategi kampanye atau pencitraan, melainkan tentang membangun kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial.

“Anak muda jangan hanya terlibat ketika momentum pemilu saja. Kami ingin mereka memahami politik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Politik bukan hal yang kotor, tapi alat untuk membawa perubahan,” ujarnya.

Kunjungan Astrid ke rumah Jokowi disebut juga sebagai bentuk penghormatan sekaligus meminta masukan dari tokoh nasional yang dikenal dekat dengan anak muda dan berpengalaman dalam membangun gerakan politik yang berbasis kerja nyata.

“Tentu kami juga ingin mendengar pandangan beliau. Bagaimana membangun partai yang kuat tapi tetap membumi. Masukan seperti itu penting bagi kami yang sedang menyiapkan Sekolah Partai agar punya arah dan landasan yang jelas,” imbuhnya.

Meski PSI dikenal sebagai partai yang banyak diisi generasi muda, Astrid ingin memastikan bahwa semangat muda tidak kehilangan arah dan substansi.  “Kami ingin politik tidak hanya soal perebutan kekuasaan, tapi juga tentang bagaimana anak muda bisa membawa ide, inovasi, dan solusi bagi masyarakat,” tegasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#jokowi #politik #joko widodo #Astrid Widayani #psi