RADARSOLO.COM - Kisah klasik yang tak pernah usang kembali menghiasi panggung Wayang Orang Sriwedari. Mereka menyuguhkan kisah sarat makna, Cekel Indralaya.
Kisah bermula dari kabar duka di Madukara. Dikisahkan Raden Arjuna menghilang tanpa kabar selama berbulan-bulan.
Keadaan kasatrian yang kosong membuat Prabu Kresna, kakak Dewi Wara Sembodro, khawatir akan keselamatan sang adik.
Saat itu, dia pun memutuskan membawa Sembodro dan para istri Arjuna lainnya ke Dwarawati, mencari perlindungan dari kekosongan yang menyelimuti Madukara.
Nah setelah itu terjadi, kemudian datanglah Raden Karno dan Pati Senkuni beserta Kurowo. Mereka menjadi utusan dari Prabu Duryudana untuk melamarkan si Brisowo kepada Dewi Wara Sembodro.
"Dengan tujuan daripada Dewi Sembodro itu ditinggal, selalu ditinggal pergi oleh suaminya lebih baik dengan Raden Brisowo saja, karena dia yang sangat mencintai si Dewi Sembodro," jelas Risang, sutradara dalam lakon ini.
Tetapi Prabu belum bisa menjawab pertanyaan atau lamaran tersebut.
Datanglah Raden Arjuna palsu yang menghalangi niat dari Raden Adipati Karno beserta para Kurowo, sehingga terjadilah peperangan yang dimenangkan oleh Raden Arjuna palsu.
Di sisi lain, Sembodro yang gelisah mengutus dua istri Arjuna lainnya, Dewi Niken Sulastri dan Niken Narasati, untuk mencari pertapa sakti yang bisa menunjukkan di mana sang suami berada.
Pencarian panjang membawa mereka ke pertapaan Banjarmelati, tempat seorang bernama Cekel Indralaya bersemayam.
Cekel Indralaya bersedia membantu, dengan satu syarat, dia ingin bertemu langsung dengan Dewi Sembodro.
Maka dibawalah ke Taman Banojinawi, di Dwarawati. Di hadapan para dewi, Cekel Indralaya memohon agar diperkenankan meminjam busana Raden Arjuna.
Setelah diberikan, dia kembali meminta syarat kedua, agar tembang ilir-ilir dilantunkan saat dia berdoa memohon petunjuk.
"Setelah nyanyian ilir-ilir itu dilantunkan atau tembang selesai. Berubahlah Cekel Indralaya menjadi Raden Arjuna yang sebenarnya. Kemudian datanglah Prabu Krisna dan Sombo dan Setiaki," lanjutnya.
Namun, kekacauan belum usai. Di Gedong Upas masih ada “Arjuna palsu” yang sebelumnya mengaku sebagai dirinya.
Arjuna sejati pun datang, menghancurkan penjara, dan menantang sang peniru. Pertarungan dua Arjuna tak terelakkan. Hingga akhirnya, sang palsu kalah dan menampakkan wujud aslinya, Bethara Kumajaya.
Bathara Kumajaya lalu memberitahukan bahwasannya dirinya hanya ingin menghentikan apa yang menjadi niat dari para Kurawa. Mengetahui hal tersebut Raden Arjuna kemudian mengaturkan terima kasih karena sebelumnya dia curiga apakah Bathara Kumajaya itu ingin menginginkan Dewi Sembodro menjadi istrinya.
Baca Juga: 600 Anak Unjuk Minat Dan Bakat di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Ini Pesan Bunda PAUD Solo
Nah karena itulah Bethara Kumajaya memberikan nasihat kepada Raden Arjuna.
"Nasihatnya adalah dimanapun atau mau kemanapun kamu berpergian, tetaplah untuk memberitahukan semua itu kepada keluarga agar keluarga tidak mencari," jelasnya.
"Yang kedua jangan melupakan keluarga yang ada di rumah, karena itu merupakan tanggung jawab setelah kamu mempunyai seorang istri," pungkasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy