Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

14 Tradisi di Solo Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Antonius Christian • Rabu, 15 Oktober 2025 | 02:45 WIB
TURUN-TEMURUN: Bubur Samin masuk menjadi salah satu warisan budaya tak benda nasional.
TURUN-TEMURUN: Bubur Samin masuk menjadi salah satu warisan budaya tak benda nasional.

RADARSOLO.COM – Kabar membanggakan datang dari Kota Bengawan. Sebanyak 14 tradisi dan karya budaya asal Solo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI. Penetapan tersebut diumumkan dalam Sidang Penetapan WBTb Nasional 2025 yang digelar akhir pekan lalu.

Kota Solo diwakili oleh dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) bersama sejumlah tokoh kebudayaan, di antaranya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Dipokusumo, dan Noor Cholish dari Masjid Darussalam.

Alhamdulillah, semua yang kami ajukan diterima dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025. Tahun ini menjadi pencapaian tertinggi dengan 14 unsur budaya sekaligus,” ujar GKR Timoer Rumbai Kusuma, Selasa (14/10).

GKR Timoer menjelaskan, keempat belas WBTb tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari adat istiadat, seni pertunjukan, olahraga, hingga teknologi tradisional.

Untuk kategori adat istiadat masyarakat, dua tradisi kuliner khas Solo berhasil masuk daftar, yakni Tahok dan Bubur Samin Masjid Darussalam, disusul tradisi pengantin Solo Basahan gaya Surakarta.

Sementara pada kategori seni pertunjukan, delapan tari klasik dari Keraton Kasunanan Surakarta turut ditetapkan, yaitu Bedhaya Doro Dasih, Bedhaya Sukoharjo, Srimpi Gondokusumo, Srimpi Lobong, Ada-adaninggar Kelasworo, Prawirowatang, dan Golek Lambang Sari. Lagu legendaris “Bengawan Solo” karya maestro keroncong Gesang juga masuk daftar tahun ini.

Kategori olahraga tradisional diwakili Jemparingan Surakarta (panahan tradisional), sedangkan untuk tradisi lisan ada Canthik Kyai Rojo Molo, dan teknologi tradisional diwakili Kembarmayang Surakarta.

Proses pendaftaran WBTb dilakukan pada 7 Oktober lalu, dan seluruh usulan resmi diterima dalam sidang penetapan pada Jumat (10/10).

“Solo baru kali ini mencatatkan rekor, mengajukan 14 tradisi sekaligus dan semuanya lolos. Ini menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan di Solo masih hidup dan berkembang,” ujar GKR Timoer.

Dia berharap, penetapan ini menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya di tingkat lokal.

“Harapannya, budaya ini tidak berhenti pada penetapan saja, tetapi terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Inilah jati diri dan kebanggaan kita sebagai wong Solo,” ujarnya. (atn/bun)

Budaya Kota Solo Masuk WBTb

  1. Tari Bedhaya Doro Dasih
  2. Tari Bedhaya Sukoharjo
  3. Tari Srimpi Gondokusumo
  4. Tari Srimpi Lobong
  5. Tari Adaninggar Kelasworo
  6. Tari Prawirowatang
  7. Tari Golek Lambang Sari
  8. Lagu Bengawan Solo
  9. Jemparingan Surakarta
  10. Canthik Kyai Rojo Molo
  11. Kembarmayang Surakarta
  12. Tradisi pengantin Solo Basahan gaya Surakarta.
  13. Tahok
  14. Bubur Samin Masjid Darussalam

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo

Editor : Niko auglandy
#wbtb #kota bengawan #indonesia #Kementerian Kebudayaan #tradisi #disbudpar