Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masjid di Pajang Dibobol, Barang Bernilai Rp10 Juta Raib: Ini Kronologinya

Antonius Christian • Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:28 WIB
Masjid Nurusy Syifa yang berlokasi di Jalan Lempuyang, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, menjadi target pembobolan oleh orang tak dikenal.
Masjid Nurusy Syifa yang berlokasi di Jalan Lempuyang, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, menjadi target pembobolan oleh orang tak dikenal.

RADARSOLO.COM – Aksi pencurian kembali menyasar tempat ibadah. Kali ini, Masjid Nurusy Syifa yang berlokasi di Jalan Lempuyang, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, menjadi target pembobolan oleh orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut baru diketahui setelah marbot masjid, Muhammad Abi, pulang dari luar kota dan mendapati sejumlah barang di lantai dua hilang. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polresta Surakarta.

Kepala SPKT Polresta Solo Ipda Arif Setyawan membenarkan laporan dugaan pembobolan tersebut.

“Laporan diterima pada Selasa (14/10) sekitar pukul 14.45 WIB. Pelapor datang ke Polresta Surakarta dan menyampaikan bahwa di lantai dua Masjid Nurusy Syifa telah terjadi dugaan pencurian. Saat kejadian, pelapor sedang berada di luar kota selama beberapa hari,” terang Arif, Rabu (15/10).

Menurut Arif, pelaku diduga memanfaatkan kondisi masjid yang kosong untuk melancarkan aksinya.

“Kami menduga pelaku mengetahui marbot sedang tidak berada di tempat. Kondisi itu dimanfaatkan untuk masuk dan mengambil sejumlah barang,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, barang yang hilang meliputi dua BPKB kendaraan roda dua, stik PlayStation, mic wireless, jam tangan, cooling pad, serta sejumlah perangkat elektronik dan perlengkapan masjid. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.

“Dari hasil olah TKP sementara, kami temukan bahwa akses masuk ke masjid cukup terbuka. Ada tiga tangga dan beberapa pintu yang bisa digunakan keluar-masuk. Pengamanan di pintu depan juga relatif minim,” beber Arif.

Dia menambahkan, pelaku tampaknya tidak mengalami kesulitan saat beraksi. Tidak ada tanda-tanda kerusakan berarti pada pintu, sehingga diduga pelaku sudah mengenal situasi dan kondisi sekitar masjid.

Begitu menerima laporan, petugas dari berbagai unit Polresta Surakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Polisi juga tengah memeriksa kemungkinan adanya rekaman CCTV di area sekitar masjid.

“Langkah awal kami memastikan jalur masuk pelaku, memeriksa jejak di TKP, serta mendalami siapa saja yang mengetahui keberadaan marbot saat pergi ke luar kota,” ujar Arif.

Menurutnya, penyelidikan saat ini difokuskan pada kemungkinan pelaku merupakan orang yang sudah mengenal lingkungan masjid.

“Kami belum bisa menyimpulkan, tetapi dari cara pelaku masuk, kuat dugaan ia paham betul kondisi di lokasi,” tegasnya.

Arif menegaskan, pihak kepolisian membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait kejadian tersebut.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti. Kami juga mengimbau pengurus tempat ibadah agar meningkatkan pengamanan, terutama saat masjid dalam kondisi kosong,” pungkasnya. (atn/nik) 

Editor : Niko auglandy
#masjid #marbot #maling #pencarian