RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi menunjukkan sikap malu-malu saat disinggung peluangnya menempati kursi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo. Alih-alih menjawab tegas, pria 37 tahun itu justru menyinggung program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), sembari menegaskan dirinya masih menunggu keputusan dari pusat.
Ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Solo, kemarin (15/10) siang, Respati enggan banyak bicara soal kans memimpin partai berlambang kepala burung garuda itu di Kota Bengawan.
“Ya kita menunggu, saya menunggu dulu,” ujarnya singkat sambil tersenyum.
Respati kemudian beralih membahas program MBG yang menjadi fokus utamanya saat ini. Ia menyebut, dari 17 Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi, 16 di antaranya masih menunggu Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Sementara, Solo sendiri masih membutuhkan tambahan 28 dapur MBG baru untuk memenuhi target program nasional tersebut.
“Saya masih fokus menyukseskan program MBG di Solo. Untuk urusan penugasan di Partai Gerindra, kita serahkan saja ke mekanisme partai. Soal siap atau tidak kalau diberi mandat, ya nanti kita lihat,” ucapnya diplomatis.
Kabar bahwa Respati bakal menjadi nahkoda baru DPC Gerindra Solo memang tengah santer. Isu tersebut mencuat setelah Ketua DPC Gerindra Solo saat ini, Ardianto Kuswinarno, menilai sosok wali kota muda itu sebagai figur paling cocok untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan partai.
“Saya sudah rembukan dengan beliau (Respati Ardi, Red). Awalnya sempat menolak, tapi yang namanya kader harus mau. Sekarang beliau sudah bersedia. Kami berharap Mas Respati bisa menjadi wali kota sekaligus pemimpin partai. Wali kota kan juga jabatan politis, jadi kalau mau maju lagi harus menata kepengurusan,” terang Ardianto.
Dengan gaya khasnya yang tenang, Respati tampak memilih bermain aman di panggung politik internal. Namun, sinyal restu dari petinggi partai diyakini hanya tinggal menunggu waktu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy