Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkot Solo Gelar Rakor MBG, Dorong SPPG Belanja Bahan Lokal ke Pasar Tradisional

Silvester Kurniawan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 05:14 WIB
SAYURAN SEGAR: Aktivitas petani menimbang sayuran di Kecamatan Cepogo, Boyolali, belum lama ini. Pemkot Solo mendorong SPPG membeli bahan baku lokal dari pasar tradisional.
SAYURAN SEGAR: Aktivitas petani menimbang sayuran di Kecamatan Cepogo, Boyolali, belum lama ini. Pemkot Solo mendorong SPPG membeli bahan baku lokal dari pasar tradisional.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait program makan bergizi gratis (MBG), Kamis (16/10).

Pembahasan utama terkait seruan Solo zero accident dalam penyaluran MBG. Selain itu, muncul usulan pemberdayaan pasar tradisional melalui pembelian bahan baku lokal.

Wali Kota Solo Respari Ardi memastikan, Solo harus zero accident terkait program MBG. Di antaranya tidak ada temuan kasus keracunan, hingga menu yang disajikan benar-benar higienis.

Memaksimalkan seruan itu, pengawasan ditingkatkan dengan melibatkan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda).

“Intinya kami tetap fokus mengusung Solo zero accindent. Akan ada satgas keliling dari TNI/Polri, kelurahan, dan kecamatan selama pemantauan,” kata Respati.

Pemkot Solo juga menekankan agar implementasi MBG memberikan kebermanfaatan bagi warga Kota Bengawan.

Artinya, selain sasaran penerima program, pemkot juga menghendaki agar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memberikan manfaat dari sisi ekonomi.

Ambil contoh penyediaan bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja. Bahan baku bisa dibeli di pasar tradisional. Sedangkan penyerapan tenaga kerja diambil dari warga asli Solo.

“Kami mengarahkan SPPG untuk belanja ke pasar tradisional yang sudah ditentukan dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan (dispangtan). Soal rekrutmen pekerja di SPPG, diharapkan warga ber-KTP Solo,” pinta Respati. 

Terkait pemberdayaan di SPPG, Respati berharap seluruh tenaga kerja yang dilibatkan merupakan warga asli.

Jika semua itu bisa dilakukan, maka seluruh SPPG yang ditargetkan berdiri di Solo bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran. 

“(SPPG) banyak yang rekrut tenaga dari luar Solo. Jika nanti ada 47 dapur, harusnya bisa menyerap 2 ribu tenaga kerja dari warga Solo. Saya rasa warga Solo berkompeten dan punya kesempatan untuk ini,” beber Respati. (ves/fer)

 

Editor : Niko auglandy
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #pemkot solo