Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Wacana WFA yang Dijalani Pemkot Solo Diminta Wamendagri Dikaji Ulang

Silvester Kurniawan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 02:16 WIB

 

MANTAPKAN PROGRAM: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya bertemu dengan Wali Kota Solo Respati Ardi, Rabu (22/10/2025).
MANTAPKAN PROGRAM: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya bertemu dengan Wali Kota Solo Respati Ardi, Rabu (22/10/2025).
 

RADARSOLO.COM - Wacana Work From Anywhere (WFA) yang akan diterapkan oleh Pemkot Solo tahun depan mendapat tanggapan dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Dia meminta agar wacana itu dikaji ulang sekaligus memastikan tidak berdampak pada tunjangan kinerja yang diterima ASN di lingkungan Pemkot Solo.

"Saya menyarankan Pak Wali untuk mengkaji secara detail efisiensinya berapa, dan tidak memberikan dampak bagi pelayanan publik kalau WFA ini dilakukan," ungkap Wamendagri saat menemui Wali Kota Solo Respati Ardi, Rabu (22/10/2025).

Dalam kesempatan pertemuan dengan pemkot, Bima Arya membahas pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari APBN 2026 yang mencapai Rp 218 miliar yang akan berdampak pada postur APBD Kota Solo di tahun depan. Dalam pertemuan tersebut, Respati memastikan pemkot tidak akan mengurangi tunjangan ASN.

"Intinya hanya pengaturan jam kerja saja, cara bekerja saja. Jadi tidak ada tunjangan yang dikurangi," beber Bima Arya.

Disinggung soal pengawasan para ASN yang menerapkan WFA, pihaknya menegaskan bahwa nantinya ada atasan yang akan mengevaluasi kinerja ASN selama kebijakan itu diterapkan. Kinerja ASN akan diukur dengan key performance indicator (KPI) yang sudah disiapkan oleh OPD masing-masing.

"Ada supervisi yang berjenjang. Jadi ada atasannya yang mengevaluasi, kepala bagian, kemudian juga kepala bidang, sampai kepala dinas, asisten secara berjenjang mengevaluasi. Pak Wali juga akan menentukan KPI, output-nya seperti apa, mana yang harus tuntas. Jadi kalaupun tidak di kantor itu output-nya apa dilaporkan seperti apa. Sudah pasti ada ukurannya," hemat Wamendagri.

Terpisah, Wali Kota mengumumkan rencana penerapan kebijakan WFA bagi ASN tidak terkait dengan pelayanan publik sebagai upaya menghemat anggaran daerah. 

"Kami target setiap OPD itu bisa turun minimal bisa 31 persen. Yang jelas WFA ini untuk yang ngantor, bukan untuk yang pelayanan," beber Respati. (ves/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#wfa #pemkot solo #Wamendagri