RADARSOLO.COM - 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, puskesmas-rumah sakit daerah, UPTD dan BUMD adu gagasan dan program dalam ajang Inovasi Organisasi Perangkat Daerah yang dihelat di Pendapa Balai Kota Surakarta, 21-22 Oktober 2025. Pemerintah Kota Surakarta berharap inovasi yang dihadirkan bisa memiliki nilai keberlanjutan yang berdampak pada peningkatan pelayanan pada masyarakat.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surakarta Kentis Ratnawati mengungkapkan, gelar inovasi dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta ini sudah berlangsung untuk ketiga kalinya.
Di tahun ketiga ini, pemerintah kota menambah kategori tidak hanya untuk OPD-OPD saja, namun juga dengan melibatkan BUMD, UPTD, dan Kelurahan.
"Kami mendorong agar OPD-OPD di lingkungan Pemkot Surakarta untuk terus berinovasi. Totalnya ada 190 an inovasi yang masuk, setelah seleksi diambil satu inovasi untuk setiap OPD. Setelah penyaringan ada 60 inovasi dari 44 OPD (dan sejenisnya) yang dinilai dalam kegiatan ini," terangnya, Rabu (22/10).
Untuk penilaian dari inovasi yang dihadirkan, Brida Kota Surakarta melibatkan sejumlah ahli yang bertugas sebagai dewan juri seperti Arif Sofianto, S.IP., M.Si. (Brida Provinsi Jawa Tengah), Marjoko, S.T., MBA, M.Sc. (Founder rumahumkm.net/KADIN Jawa Tengah), dan Dr. Sutanto, S.SI., DEA. (akademisi dari Universitas Sebelas Maret).
Sedikitnya ada dua kategori berupa inovasi OPD terbaik, inovasi kelurahan, puskesmas-rumah sakit, UPTD-BUMD dalam ajang tersebut, serta penghargaan tambahan untuk dua stand terbaik sesuai inovasi yang ditampilkan dalam Gelar Inovasi Daerah tersebut. Untuk jawaranya, diambil diambil juara 1, 2, dan 3, serta harapan 1-2 untuk setiap kategorinya.
"Kriterianya ada beberapa hal, seperti gagasan baru atau pengembangan dari gagasan sebelumnya, bisa dilaksanakan dengan baik, serta adanya peluang dan sinergi dengan kedinasan lain, dan yang paling penting adalah nilai keberlangsungannya. Harapannya dengan adanya inovasi ini pelayanan pada masyarakat bisa lebih cepat dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," kata Kepala Brida Kota Surakarta.
Pada puncak kegiatan itu diumumkan jawara dari sejumlah kategori. Untuk kategori OPD juara 1 diraih oleh DPUPR Kota Surakarta, juara 2 Diskominfo SP, Juara 3 Dispendukcapil, sementara Harapan 1 dan 2 diraih Kecamatan Jebres dan DLH Kota Surakarta. Di kategori UPTD, BUMD, Kelurahan juara 1 diraih oleh Perumda Toya Wening PDAM Kota Surakarta, juara 2 Puskesmas Gajahan, juara 3 Kelurahan Banjarsari, sementara Harapan 1-2 diraih Puskesmas Pajang dan Kelurahan Panularan. Kemudian di pemenang stand terbaik diraih Satpol PP dan Inspektorat Kota Surakarta.
"Acara gelar inovasi daerah ini memang rutin digelar setiap tahun, mengingat kita juga sudah punya Perda Inovasi. Minimal setiap OPD itu punya satu inovasi setiap tahun. Ini kami tandingkan dan dikenalkan ke masyarakat agar mereka tahu bahwa pemerintah selalu memperbarui pelayanan di masyarakat. Salah satu penilaiannya soal keberlanjutan, jadi inovasi yang dianggap baik yang punya perencanaan dan pengembangan di tahun berikutnya dan bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya. (ves/nik/**)
Editor : Niko auglandy