RADARSOLO.COM – Dunia pedalangan Tanah Air berduka. Dalang kondang Ki Ageng H. Anom Suroto Lebdo Negoro berpulang ke hadirat Tuhan pada Kamis (23/10) pagi.
Maestro wayang kulit asal Surakarta itu tutup usia di RS Dr. Oen Kandang Sapi sekitar pukul 07.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari akibat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.
Jenazah almarhum tiba di rumah duka Kebon Seni Timasan, Makamhaji Kartosuro, sekira pukul 10.12 WIB, disambut isak tangis keluarga, sahabat, dan ratusan pelayat yang datang silih berganti.
Rencananya, jenazah akan diberangkatkan menuju Klaten pukul 15.00 WIB dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Makam Depokan, Juwiring.
Putra kelima almarhum, Jatmiko, menyampaikan bahwa sang ayah wafat dengan tenang setelah berjuang melawan penyakit jantung.
“Sampun berpulang ke rahmatullah ayah saya genap di usia 77 tahun. Sudah sakit jantung lama, tetapi tidak dirasakan,” ujar Jatmiko lirih saat ditemui di rumah duka.
Kepergian Ki Anom Suroto, dalang legendaris yang telah mengabdi puluhan tahun dalam seni pewayangan, meninggalkan duka mendalam bagi dunia budaya Jawa.
Suaranya yang khas dan lakonnya yang sarat makna telah membekas di hati banyak penikmat seni tradisi.
Ratusan tokoh budaya, seniman, dan masyarakat umum dijadwalkan turut mengiringi prosesi pemakaman sore ini sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang maestro wayang kulit yang dikenal dengan dedikasinya menjaga marwah seni pedalangan Indonesia.(ves/nik)
Editor : Niko auglandy