RADARSOLO.COM – Warga Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, mendadak heboh Minggu (26/10) pagi.
Aroma busuk menyengat dari sebuah rumah di Jalan Mundu menjadi awal terbongkarnya fakta memilukan: seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk.
Korban diketahui bernama Pratondo Supono, 62, warga yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di depan kamar mandi rumah yang dijaganya.
Kapolsek Laweyan Kompol Dani Herlambang menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangga yang curiga karena mencium bau menyengat sejak subuh. Kecurigaan warga makin kuat lantaran banyak paket menumpuk di depan rumah tanpa diambil.
“Pagi tadi sepulang salat Subuh, saksi yang merupakan tetangga korban mencium bau busuk dari arah rumah tersebut. Selain itu, terlihat beberapa paket tidak diambil selama beberapa hari,” ujar Dani.
Baca Juga: Refan Enggi, Anak Nelayan dari Pati yang Taklukkan Indonesia Lewat Inovasi Biodiesel Ikan!
Kondisi rumah saat itu tertutup rapat. Pintu garasi dalam keadaan tertutup, sementara gerbang terkunci dari dalam. Warga pun melapor ke ketua RT untuk memastikan keadaan penghuni rumah.
Setelah dipanggil berkali-kali tanpa respons, ketua RT berinisiatif meminta bantuan Linmas Kelurahan Kerten dan Bhabinkamtibmas.
“Pak RT kemudian berinisiatif menghubungi Linmas Kelurahan Kerten dan Bhabinkamtibmas melalui pesan WhatsApp untuk meminta izin membuka gembok,” terangnya.
Baca Juga: Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda 2025, Lengkap dengan Tema dan Maknanya
Begitu berhasil masuk, warga dibuat syok. Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di depan kamar mandi, sudah membusuk. Televisi di ruang tamu masih menyala, seolah-olah rumah itu masih berpenghuni.
“Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi membusuk di depan toilet rumah, televisi masih menyala,” jelas Dani.
Dari hasil pemeriksaan, korban bukan pemilik rumah. Ia diketahui ditugaskan menjaga rumah oleh keluarga pemiliknya yang sudah meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang diminta untuk menunggu rumah setelah pemiliknya, Ibu Badri, meninggal dunia. Korban juga memiliki riwayat penyakit pencernaan,” ungkapnya.
Polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak lima hingga enam hari sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau dugaan tindak pidana.
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit. Barang-barang berharga seperti HP dan motor masih lengkap, tidak ada yang hilang. Jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy