Pansus Raperda Kearsipan Soroti Kondisi Depo Arsip Kota Solo: Banyak Fasilitas Masih Terbatas
Antonius Christian• Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:46 WIB
Pansus Raperda Kearsipan saat mengunjungi Depo Arsip Kota Solo
RADARSOLO.COM – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Kearsipan DPRD Kota Surakarta melakukan kunjungan lapangan ke Depo Arsip Kota Solo, Selasa (28/10). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kondisi pengelolaan arsip di Kota Bengawan.
Ketua Pansus, Sri Martuti Handayani, mengungkapkan dari hasil peninjauan, masih banyak hal yang perlu mendapat perhatian serius. Terutama soal keterbatasan fasilitas penyimpanan arsip yang dinilai belum memadai.
“Dari seluruh aspek arsip di Kota Surakarta ini, perlu perhatian khusus. Apa yang kita lihat di lapangan menunjukkan kurangnya fasilitas, dan hal ini tentu membahayakan kondisi arsip kita,” ungkap Martuti.
Dia menegaskan bahwa arsip merupakan harta berharga bagi Kota Solo.
Tanpa arsip, sulit bagi pemerintah maupun masyarakat memahami dan melakukan perubahan yang berlandaskan sejarah serta data yang valid.
“Arsip itu adalah harta Kota Surakarta. Tanpa arsip, kita tidak bisa melakukan perubahan. Kita harus memberikan perhatian besar terhadap hal ini,” tegasnya.
Meski begitu, Martuti tetap mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam menjaga keberadaan arsip yang ada.
Namun, ia menilai masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar sistem kearsipan lebih kuat dan modern.
Arsip, kata dia, tidak hanya penting untuk administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan sejarah yang patut dikenalkan sejak dini kepada generasi muda.
“Generasi muda harus tahu sejarah Kota Surakarta. Arsip menjadi media penting untuk mengenalkan muatan lokal dan potret kota Solo yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pansus juga meninjau sejumlah arsip milik DPRD yang kini disimpan di Depo Arsip setelah mengalami kerusakan akibat insiden kebakaran beberapa waktu lalu.
Martuti menyebut sebagian besar arsip itu sulit diperbaiki, namun pihaknya berkomitmen menyelamatkan apa pun yang masih bisa dipulihkan.
“Kami tadi melihat arsip yang bisa diselamatkan dari insiden kebakaran bulan lalu. Memang sulit diperbaiki, tetapi kami akan tetap berusaha melakukan penyelamatan dengan berbagai cara,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pansus berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan sarana dan prasarana kearsipan.
Tujuannya agar seluruh arsip milik Kota Surakarta dapat dikelola, dilindungi, dan dilestarikan secara optimal.
“Tindakan selanjutnya, kita akan melakukan fasilitasi. Dari situ bisa kita uraikan apa saja yang belum terpenuhi dan akan kita lengkapi demi menyelamatkan arsip kota,” pungkas Martuti. (atn/nik)