Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penyusunan Proposal Bisnis Koperasi Merah Putih di Solo Diberi Waktu Tiga Bulan

Silvester Kurniawan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 04:45 WIB
RAPI: Penataan sembako yang dijual di Koperasi Merah Putih Banyuanyar.
RAPI: Penataan sembako yang dijual di Koperasi Merah Putih Banyuanyar.

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo memberikan waktu tiga bulan kedepan bagi seluruh Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Solo untuk menyusun proposal bisnis. Harapannya Januari 2026, pemerintah bisa mengevaluasi capaian sekaligus menentukan mana saja koperasi yang sudah layak untuk mengajukan pinjam modal ke perbankan.

“Pak Wali (Wali Kota Solo Respati Ardi) inginnya kalau mengajukan permodalan harus ada proposal. Dan saat ini sudah ada business assistant dan management officer. Dalam kurun waktu tiga bulan harapannya di Januari mereka (pengurus koperasi, Red) bisa paparan di depan pak wali karena wali kota itulah yang bertanggung jawab terhadap dana yang dikucurkan untuk KMP,” terang Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo Agung Riyadi, Kamis (30/10).

Proposal yang sudah masuk itu nanti akan dinilai. Melibatkan sejumlah pihak untuk mengukur proposal bisnis yang diajukan oleh masing-masing KMP di Solo. Proposal bisnis yang dianggap sudah baik dengan fakta lapangan dan unit usaha yang telah berjalan baik, diharapkan bisa menjadi landasan bagi masing-masing koperasi saat mengajukan pinjaman modal ke perbankan.

“Jadi nanti permohonan permodalan ke himbara itu ya sesuai proposal mereka,” kata Agung.

Menyusun proposal bisnis diharapkan ada pendampingan dari business assistant dan management officer pemerintah kota.

Kedepannya harapannya KMP yang sudah berjalan bisa mendapat arahan yang lebih untuk menguatkan unit usaha masing-masing. Sementara bagi yang belum bisa segera dioperasionalkan. Hingga saat ini sedikitnya ada 30 KMP, dari target 54 KMP di Solo yang sudah berjalan.

“Ada lima business assistant yang mendampingi 8-10 koperasi. Business assistant kinerjanya akan diukur oleh management officer. Keduanya rekrutan dari Kementerian Koperasi,” beber Kepala Dinkopukmperin itu.

Terpisah, wali kota membenarkan bahwa permasalahan yang dialami oleh pengurus KMP di masing-masing wilayah itu berbeda-beda

“Tantangan Koperasi Merah Putih itu lain-lain. Jadi melalui dinas koperasi kami adakan semacam beauty contest, supaya ada kompetisi dalam pengajuan modal dan usaha. Nanti penilaiannya bagaimana kemampuan KMP mengembalikan pinjaman modal dan bagaimana dampak ke masyarakatnya. Mulai saat ini mereka menyiapkan, Januari kami lombakan. Jangan sampai pinjaman lunak yang diberikan oleh pemerintah itu tidak tepat sasaran. Intinya ini prinsip kehati-hatian yang dilakukan pemerintah kota,” tegas Respati Ardi. (ves/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#Koperasi Merah Putih #Respati Ardi