RADARSOLO.COM - Suasana duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat usai kabar wafatnya Kanjeng Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII pada Minggu (2/11) pagi menyebar luas di kalangan masyarakat Solo.
Sejak berita itu beredar, suasana di dalam kompleks keraton tampak berubah muram.
Para abdi dalem dan kerabat kerajaan segera berdatangan ke kawasan Kedhaton Kasunanan untuk memastikan kabar kepergian sang raja.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah satu kerabat Keraton Surakarta, KPH Dani Nur Adiningrat. Dalam pesannya kepada Jawa Pos Radar Solo, ia menuliskan kalimat singkat penuh kesedihan:
Baca Juga: Sinuhun Pakubuwono XIII Sakit Apa? Raja Keraton Solo Wafat di Usia 77 Tahun
"Nyuwun pandonganipun njih," tulis KPH Dani, menandakan duka mendalam atas berpulangnya Sinuhun PB XIII.
Jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII, rencananya akan dimandikan terlebih dahulu di masjid dalam keraton, yaitu Masjid Pujasumo (atau Pujosono), sebelum disemayamkan di Pendapa Sasana Sewaka.
Informasi tersebut disampaikan oleh adik almarhum, KGPH Suryo Wicaksono atau Gusti Nino, melalui kanal YouTube Pesanggragan Langenharjo.
“Sebelum disemayamkan di depan Prabayasa, jenazah akan dimandikan terlebih dahulu di masjid dalam Keraton, yakni Pujosono,” ujar Gusti Nino, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga: Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Akan Dimakamkan di Makam Raja-Raja Imogiri pada Selasa Kliwon
Usai prosesi pemandian, jenazah akan disemayamkan di Pendapa Keraton.
Selama masa penyemayaman, para pelayat dan masyarakat diperbolehkan hadir untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir.
"Bagi yang ingin menyampaikan doa dan belasungkawa dipersilakan datang malam ini. Secara adat, jenazah masih berada di peti terbuka," tambahnya.
Selanjutnya, pada Senin (3/11/2025) pagi, jenazah PB XIII akan diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti tradisi pemakaman raja-raja Mataram.
Tradisi Pemandian Jenazah Raja-Raja Kasunanan Surakarta
Masjid Pujasumo berlokasi di dalam kompleks Keraton Surakarta, tak jauh dari ruang Prabayasa tempat penyemayaman jenazah raja.
Masjid ini berbeda dengan Masjid Agung Surakarta di kawasan Alun-Alun Utara yang digunakan masyarakat umum.
Pujasumo menjadi tempat khusus bagi keluarga kerajaan dalam melaksanakan upacara keagamaan, termasuk prosesi siraman atau pemandian jenazah raja sebelum disemayamkan di Prabayasa.
Menurut catatan sejarah, tradisi tersebut juga dilakukan saat wafatnya PB XII pada tahun 2004.
Kala itu, jenazah beliau dimandikan di Masjid Pujasumo oleh abdi dalem pamethakan, kemudian dibawa ke Pendapa Sasana Sewaka dan disalatkan di Masjid Agung Keraton sebelum diberangkatkan ke Imogiri.
Makna prosesi pemandian di masjid dalam keraton sangat simbolis—yakni penyucian lahir dan batin seorang raja sebelum berpulang ke hadirat Tuhan.
Seusai dimandikan, jenazah akan dibalut kain mori putih, disemayamkan, lalu disalatkan di Masjid Agung Keraton Surakarta sebelum dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir di Imogiri.
Tradisi ini telah dilaksanakan turun-temurun sejak masa pemerintahan PB X dan diatur secara ketat oleh abdi dalem pamethakan serta keluarga inti atau sentana dalem.(np)