Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jenazah PB XIII Akan Melintasi Rute Ini Sebelum Dimakamkan, Gusti Moeng Ungkap Kondisi Sebelum Raja Kasunanan Surakarta Tutup Usia

Antonius Christian • Minggu, 2 November 2025 | 19:29 WIB
ChatGPT said:  PB XIII wafat di usia 77 tahun. Selama 21 tahun bertakhta, ia dikenal sebagai raja pemersatu dan penjaga marwah Keraton Surak
ChatGPT said: PB XIII wafat di usia 77 tahun. Selama 21 tahun bertakhta, ia dikenal sebagai raja pemersatu dan penjaga marwah Keraton Surak

RADARSOLO.COM — Suasana duka masih menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Prosesi pemakaman Kanjeng Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII kini tengah dimatangkan oleh pihak keluarga besar dan bebadan keraton.

Berdasarkan keputusan bersama, jenazah almarhum akan terlebih dahulu transit di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta.

Kabar tersebut disampaikan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, Minggu (2/11).

Dengan suara bergetar, adik kandung almarhum itu menuturkan, “Hari ini kehendak Allah, Sinuhun harus kembali ke hadapan-Nya. Pastinya kita harus mempersiapkan semua tata cara upacara dari penguburan Sinuhun. Itu semua di Sasana Pustaka sudah lengkap.”

Menurut Gusti Moeng, seluruh urutan prosesi adat, perangkat upacara, hingga pihak-pihak yang terlibat telah dirapatkan bersama para pengageng, wakil pengageng, bebadan, dan sentana dalem. Semua dijalankan sebagaimana tradisi leluhur sejak era PB XII.

“Urut-urutannya siapa saja upacaranya, barang-barang yang harus mengiringi, sampai siapa yang mengambil, semua sudah kita rapatkan,” imbuhnya.

Gusti Moeng juga menjelaskan, PB XIII wafat sekira pukul 07.30 pagi di RS Indriati Solo Baru setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan karena komplikasi penyakit.

“Beliau sudah lama sakit. Waktu masuk rumah sakit itu seminggu setelah Wilujengan Dal, sekitar jam 04.00 pagi. Sempat kritis, sempat membaik, lalu menurun lagi. Gula darah tinggi, trigliserid tinggi, kreatinin juga tinggi, hampir menuju gagal ginjal. Sempat mau cuci darah tapi Sinuhun tidak kuat, baru satu setengah jam sudah anfal,” tuturnya lirih.

Saat ini jenazah sedang disucikan di Masjid Pujosono, dan masyarakat diperkenankan untuk melayat mulai Senin pagi (3/11).

Rencananya, jenazah akan dimasukkan ke dalam peti pada Minggu malam pukul 18.00.

Sementara prosesi pemakaman dijadwalkan digelar Rabu (5/11) pagi pukul 08.00.

Dari Keraton Surakarta, jenazah akan diberangkatkan menggunakan kereta jenazah pusaka melewati rute Bangsal Magangan – Alun-Alun Selatan – Lengkung Gading – Tipes – Jalan Slamet Riyadi – Loji Gandrung.

Setibanya di Loji Gandrung, jenazah akan dipindahkan ke mobil ambulans sebelum diberangkatkan ke Imogiri.

“Sebetulnya sempat ada wacana jenazah akan transit di Puryoningratan, tapi setelah kami berembuk dan Pak Wali juga menyatakan kesediaan, akhirnya disepakati transit di Loji Gandrung. Pak Wali juga sempat menjenguk Sinuhun di rumah sakit,” jelas Gusti Moeng.

PB XIII akan dimakamkan di kompleks makam Probo Suyoso PB XII, tepat di atas pusara Eyang Haryo Mataram. Hal ini dilakukan karena lokasi makam khusus PB XIII yang telah direncanakan sebelumnya belum sepenuhnya siap.

“Sebenarnya sudah direncanakan tempat khusus untuk Sinuhun, tapi karena kehendak Allah mendahului, akhirnya sementara dimakamkan di Probo Suyoso PB XII. Nanti kalau makam Sinuhun sudah jadi, akan kita pindah ke sana,” pungkasnya. (ves/nik) 

Editor : Niko auglandy
#PB XIII #kasunanan surakarta #Paku Buwono