RADARSOLO.COM – Suasana politik Kota Bengawan kian berwarna. Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, kini resmi menakhodai DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo. Pelantikan yang digelar Minggu (2/11/2025) itu menandai babak baru langkah PSI Solo dalam menatap peta politik lima tahun mendatang, terutama menuju Pemilu 2029.
Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo menegaskan, seluruh DPD PSI di Jawa Tengah tengah berfokus mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi dan agenda politik berikutnya.
“Target politik kami sama, hampir seluruh DPD PSI se-Jawa Tengah harus segera mempersiapkan verifikasi. Agenda politik terdekat ini jadi salah satu kunci penting jelang kontestasi politik 2029. Tidak ada tawar-menawar, harus disiapkan dari sekarang,” tegas Yogo.
Menurutnya, dengan tambahan kekuatan baru di tubuh PSI Solo. Termasuk kehadiran Astrid sebagai ketua. Partai menargetkan lonjakan kursi DPRD Solo hingga dua kali lipat dari hasil Pemilu 2024.
“Target kami 15 kursi di DPRD Solo. Kalau pun meleset, minimal bisa 10 kursi. Target ini realistis karena kami sudah berhitung banyak hal. Kehadiran Bu Astrid, sejumlah tokoh muda, dan banyak petarung baru yang bergerak di berbagai bidang, menjadi kekuatan besar bagi PSI Solo,” lanjutnya.
Yogo juga menilai dinamika politik di Solo kini semakin terbuka pasca Pemilu 2024.
Tak ada lagi dominasi satu partai politik di DPRD. Menurutnya, situasi ini menjadi peluang besar bagi PSI untuk tampil lebih kuat.
“Pemilu lalu membuktikan tidak ada lagi dominasi satu parpol di DPRD Solo. Tahun 2029 nanti, kita buktikan pertempuran politik semakin merata. Semakin banyak parpol yang duduk di DPRD akan semakin mewarnai politik Kota Solo, sehingga tidak ada lagi dominasi satu kekuatan saja,” ujarnya.
Terkait posisi politik antara wali kota dan wakil wali Kota Solo yang kini berasal dari partai berbeda, Yogo menegaskan bahwa PSI siap bekerja sama lintas partai demi kemajuan kota.
“Kami terus mengamati perkembangan yang ada. Dengan parpol manapun, kami siap berkolaborasi untuk membangun Kota Solo. Kunci pembangunan hari ini adalah kolaborasi, bukan ego politik. Semua harus bisa disatukan demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Astrid menegaskan pelantikannya bukan sekadar seremoni politik. Lebih dari itu, ia menyebut momen ini sebagai awal dari gerakan politik baru di Kota Solo.
“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan pelantikan, tetapi juga menyaksikan sebuah komitmen kolektif untuk menjalankan politik yang modern. Yakni politik yang kontributif, yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Astrid.
Dia menambahkan, pengalamannya sebagai wakil wali kota menjadi modal penting dalam memperkuat peran PSI sebagai partai yang benar-benar hadir untuk rakyat.
“Hampir setahun ini saya bersama Mas Wali (Respati Ardi, Red) hadir untuk melayani masyarakat. Meski kami berasal dari latar belakang politik yang sedikit berbeda, kami punya komitmen yang sama untuk mengawal program-program pemerintah. Karena pada akhirnya, yang terpenting adalah memberikan manfaat bagi warga Solo,” tegasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy