Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Warga Miskin Solo Berkurang 3.000 Jiwa, Pemkot Gaspol Perbaiki RTLH

Silvester Kurniawan • Senin, 3 November 2025 | 02:28 WIB
CEK: Wali Kota Solo Respati Ardi saat meninjau kondisi pemukiman warga.
CEK: Wali Kota Solo Respati Ardi saat meninjau kondisi pemukiman warga.

RADARSOLO.COM – Kabar baik datang dari Kota Bengawan. Sepanjang tahun ini, angka kemiskinan di Kota Solo tercatat menurun cukup signifikan.

Pemkot Solo pun semakin optimistis melanjutkan program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan, dengan fokus baru pada penanganan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (RTLH).

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menyampaikan, penurunan angka kemiskinan menjadi bukti nyata efektivitas program pemerintah.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Astrid menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Solo pada 2024 berada di 8,31 persen atau sekitar 43 ribu jiwa, dan turun menjadi 7,69 persen atau sekitar 40 ribu jiwa pada 2025 ini.

“Ini menjadi optimisme kami untuk melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut intervensi dalam pengentasan kemiskinan,” kata Astrid, Minggu (2/11).

Sebagai Ketua Tim Koordinator Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Astrid menekankan pentingnya sinergi antar-OPD dalam menyusun data tunggal dan terintegrasi. Data tersebut akan menjadi acuan agar program bantuan sosial tepat sasaran.

“Saat ini kita sedang konsolidasi data dari tiga OPD, Dinas Sosial, Disdukcapil, dan Kominfo agar bisa jadi data induk yang bisa dipakai semua OPD. Arahnya agar bantuan sosial dan jaminan sosial lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Astrid menegaskan Pemkot Surakarta akan memprioritaskan penanganan kawasan kumuh dan RTLH di berbagai wilayah kota. Langkah ini disebut menjadi bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan terintegrasi.

“Saat ini kita akan fokus pada wilayah kumuh dan RTLH, ini kami jadikan prioritas utama. Kita lakukan pembenahan, kita cari CSR untuk memaksimalkan ini. Di sektor ini ada OPD terkait yang berkaitan dengan sanitasi dan lingkungan bersih seperti DPUPR, Disperum KPP, dan Dinas Lingkungan Hidup,” papar Astrid.

Langkah tersebut selaras dengan arahan Wali Kota Surakarta Respati Ardi.

Sebelumnya, Respati yang aktif meninjau kawasan kumuh di sejumlah kelurahan menyampaikan bahwa penanganan dilakukan bertahap. Dimulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan sebelum menyentuh rumah-rumah warga.

“Penanganan kawasan kumuh ini memang baru bisa dilakukan secara bertahap pada setiap tahunnya. Sebelum RTLH itu pembenahan jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi dulu baru nanti kita pilih rumah-rumah yang memang perlu untuk dibenahi. Kalau ini bisa dilakukan dengan maksimal, ini bisa mengurangi angka penderita TB (tuberkulosis) di Solo,” jelas Respati.

Pemkot optimistis, kombinasi antara pembenahan fisik lingkungan dan penguatan data sosial dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Bengawan. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#Kawasan Kumuh #rtlh