Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Langka, Pakubuwono XIII dan Sumartono Pernah Angkut Lampu Petromak Naik Pickup

Silvester Kurniawan • Senin, 3 November 2025 | 04:02 WIB
Kereta Jenazah Pusaka Keraton Solo Kembali Bergerak, antar Sinuhun Pakubuwono XIII ke peristirahatan terakhir
Kereta Jenazah Pusaka Keraton Solo Kembali Bergerak, antar Sinuhun Pakubuwono XIII ke peristirahatan terakhir

RADARSOLO.COM – Tokoh masyarakat Solo, Sumartono Hadinoto, turut berduka cita atas wafatnya SISKS Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pria yang akrab disapa Pak Martono itu mengenang sosok almarhum sebagai pribadi rendah hati dan dekat dengan rakyat.

"Kami keluarga besar PMS dan PMI Surakarta turut berbelasungkawa atas kepergian Sinuwun dan kami mendoakan semoga mendapatkan tempat terindah di sisi-Nya,” ujar Martono.

Dalam kenangannya, Martono menceritakan bahwa ia dan PB XIII pernah sama-sama aktif di Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Solo pada era 1970-an. Kala itu, keduanya masih muda dan sering bekerja sama dalam berbagai kegiatan organisasi.

“Sekitar tahun 70-an kami berteman di ORARI Solo. Beliau seorang yang sangat bersahaja, sangat merakyat, dan sangat rendah hati. Kami bergaul dengan bahasa Jawa sehari-hari. Beliau juga sering main ke rumah, sering ngobrol-ngobrol soal ORARI,” kenang Martono.

Salah satu momen yang tak pernah dilupakannya adalah ketika mereka berdua harus naik mobil bak terbuka demi menyiapkan acara ORARI di Taman Sriwedari.

“Saya masih sangat ingat, saat itu acara ORARI di Sriwedari. Malam sebelumnya kami berdua duduk di bagian belakang pick up untuk mengambil petromak untuk acara besok paginya. Itu momen yang tidak akan saya lupakan,” katanya.

Martono menambahkan, PB XIII bersama almarhum Gusti Jiwo (Mangkunegoro IX) merupakan dua tokoh yang sangat peduli terhadap kegiatan ORARI. Karena kedekatan itu pula, ORARI kerap mendapat izin menggunakan area Keraton Solo atau Pura Mangkunegaran untuk menggelar berbagai kegiatan.

“Beliau sangat mencintai ORARI. Karena itu kami sering mendapat tempat kalau tidak di Keraton Solo ya di Pura Mangkunegaran,” tutupnya. (ves/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pakubuwono #sumartono