Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jadi Bentuk Penghormatan Terakhir, Solo Siap Melepas Pakubuwono XIII dengan Upacara Adat Penuh Haru, Respati:Terbuka untuk Umum, Tapi Tetap Tertib

Silvester Kurniawan • Senin, 3 November 2025 | 16:36 WIB
Pakubuwono XIII tutup usia, Minggu (2/11/2025).
Pakubuwono XIII tutup usia, Minggu (2/11/2025).

RADARSOLO.COM – Kota Bengawan bersiap memberi penghormatan terakhir bagi sang raja. Upacara adat iring-iringan pengantar jenazah SISKS Pakubuwono XIII Hangabehi pada Rabu (5/11) pagi mendatang menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Solo untuk melepas pemimpin yang telah menjadi simbol kebesaran budaya Jawa.

Wali Kota Solo Resapati Ardi menyebut prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Kota Solo kepada mendiang Raja Kasunanan Surakarta.

Dia mengimbau seluruh masyarakat agar tertib dan mengikuti arahan petugas selama upacara berlangsung.

“Ini terbuka untuk umum, tetapi karena upacara adat teknisnya kita serahkan pada keluarga besar Keraton Surakarta untuk terus melestarikan adat istiadat. Maka dari itu Pemerintah Kota Solo memfasilitasi semuanya,” kata dia, saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (3/11) pagi.

Pemerintah Kota memastikan seluruh jajaran telah bersiap penuh untuk menyukseskan prosesi adat tersebut. Mulai dari pengamanan, ketertiban, hingga rekayasa lalu lintas.

Seluruh perangkat disiagakan agar iring-iringan jenazah dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Loji Gandrung berjalan lancar dan khidmat, sebelum nantinya diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Respati menegaskan, masyarakat diperbolehkan ikut memberikan penghormatan di sepanjang rute, namun tetap diimbau menjaga ketertiban dan kondusivitas kota selama prosesi berlangsung.

“Saya yakin betul kalau warga Solo asli pasti tahu betul itu upacara adat yang harus kita hormati bersama. Dan untuk pendatang, saya harap bisa mengikuti adat istiadat yang sudah disepakati di Kota Solo,” kata wali kota.

Suasana duka dan khidmat diperkirakan akan menyelimuti Kota Solo sejak pagi.

Ribuan warga kemungkinan akan berdiri di sisi jalan utama untuk memberi penghormatan terakhir kepada PB XIII. Sosok yang selama ini menjadi panutan, lambang kebudayaan, dan penjaga marwah adat Jawa di Surakarta. (ves/nik)



Editor : Niko auglandy
#pakubuwono #iring-iringan jenazah #Respati Ardi