Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jenazah Pakubuwono XIII Akan Diarak dari Keraton ke Loji Gandrung, Ini Jadwal dan Rute Lengkapnya

Antonius Christian • Senin, 3 November 2025 | 16:46 WIB
Kereta Jenazah Pusaka Keraton Solo Kembali Bergerak, antar Sinuhun Pakubuwono XIII ke peristirahatan terakhir
Kereta Jenazah Pusaka Keraton Solo Kembali Bergerak, antar Sinuhun Pakubuwono XIII ke peristirahatan terakhir

RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) demi kelancaran prosesi iring-iringan jenazah Pakubuwono (PB) XIII, yang akan diberangkatkan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, sebelum akhirnya dimakamkan di Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo Ari Wibowo mengatakan, rekayasa lalu lintas disiapkan setelah adanya permohonan resmi dari pihak Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Kami menyiapkan MRLL berdasarkan surat permohonan dari pihak Keraton,” ujar Ari, Senin (3/11/2025).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama Forkompimda Kota Solo, pemberangkatan jenazah PB XIII dijadwalkan sekira pukul 09.00 WIB, Rabu (5/11).

Rutenya dimulai dari pintu Magangan, menuju selatan melewati Alun-Alun Selatan, kemudian di simpang empat Gading belok kanan ke Jalan Veteran.

Dari situ, iring-iringan berlanjut hingga simpang empat Gemblegan, lalu berbelok kanan ke Jalan Yos Sudarso, dan di simpang empat Nonongan berbelok kiri menuju Jalan Slamet Riyadi.

“Di sana nanti dilakukan contra flow sampai dengan Loji Gandrung. Jadi rutenya hampir mirip dengan Kirab 1 Suro,” jelas Ari.

Sesampainya di Loji Gandrung, peti jenazah akan dipindahkan dari kereta kencana ke ambulans untuk kemudian diberangkatkan menuju Imogiri melalui jalur nasional, bukan lewat tol.

Dishub bersama Polresta Surakarta akan menerapkan sistem buka-tutup jalan secara situasional, menyesuaikan dengan pergerakan iring-iringan.

 “Kami akan menutup ruas jalan secara bertahap bersama kepolisian, tergantung posisi iring-iringan. Kalau kereta jenazah sudah mendekat di titik tertentu, jalan akan kita tutup sementara. Setelah lewat, segera kita buka kembali. Sistemnya dinamis,” terang Ari.

Selain itu, Dishub juga menyesuaikan jadwal operasional Batik Solo Trans (BST) agar tidak terjadi kemacetan di jalur utama.

“Kalau ada kondisi darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran, tetap kita prioritaskan. Prinsipnya fleksibel, tapi tertib dan aman,” imbuhnya.

Ari mengimbau masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir agar tetap tertib dan memperhatikan keselamatan di sepanjang rute.

Dishub memohon masyarakat yang ingin menyaksikan iring-iringan supaya memanfaatkan ruang yang ada, bisa di trotoar atau pendestrian.

"Kalau iring-iringan belum melintas, sebaiknya menepi dulu. Begitu mendekat, silakan melihat atau memberi penghormatan, tapi tetap perhatikan batas aman,” pesan Ari.

Terkait jumlah kendaraan dan peserta iring-iringan, Dishub masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Keraton.

“Kami belum tahu pasti berapa jumlah iring-iringannya, yang tentu lebih memahami pihak Keraton,” ujarnya.

Untuk pengaturan parkir pelayat di sekitar kompleks Keraton, Dishub memastikan tidak ada penutupan permanen di kawasan Baluwarti.

“Informasinya, pelayat yang datang bisa drop off di kawasan Kamandungan, kemudian parkir di lokasi yang sudah disiapkan pihak Keraton. Area Pagelaran Keraton juga dikondisikan steril, tidak digunakan untuk aktivitas umum karena kemungkinan akan difungsikan untuk keperluan prosesi,” pungkas Ari. (atn/nik) 

PENUH SEMANGAT: Bupati Slamet Junaidi diapit Wabup Ahmad Mahfudz dan para tokoh NU Sampang menyanyikan Mars Syubbanul Wathon pada malam puncak HSN 2025 di Alun-Alun Trunojoyo, Jumat (31/10) malam.
PENUH SEMANGAT: Bupati Slamet Junaidi diapit Wabup Ahmad Mahfudz dan para tokoh NU Sampang menyanyikan Mars Syubbanul Wathon pada malam puncak HSN 2025 di Alun-Alun Trunojoyo, Jumat (31/10) malam.
Editor : Niko auglandy
#pakubuwono #iring-iringan jenazah