Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Belajar dari Luka Lama, Anak -Anak PB XIII Berharap Suksesi Raja lewat Musyawarah Mufakat

Silvester Kurniawan • Selasa, 4 November 2025 | 01:59 WIB

Tiga putri PB XIII ikut menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka saat melayat Minggu malam (2/11). (M Ihsan/Radar Soio)
Tiga putri PB XIII ikut menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka saat melayat Minggu malam (2/11). (M Ihsan/Radar Soio)

RADARSOLO.COM – Dua putri tertua SISKS Paku Buwono XIII Hangabehi menyuarakan harapan besar agar keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta tetap rukun dan bersatu pasca kepergian sang ayah. Mereka berharap suksesi kepemimpinan berjalan damai tanpa mengulang konflik masa lalu yang sempat membelah keluarga keraton.

Ditemui Minggu (2/10) malam, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, putri sulung PB XIII, mengatakan bahwa pesan terakhir sang ayah sebelum wafat adalah agar seluruh keluarga menjaga kerukunan dan meneruskan dawuhnya dengan tulus.

Baca Juga: Dua Putra PB XIII Jadi Sorotan, Siapa Penerus Takhta Keraton Solo?

“Semoga rukun seperti apa yang sudah didawuhkan sinuwun. Dan semoga yang sudah didawuhkan sinuwun bisa terlaksana,” tutur perempuan yang akrab disapa Gusti Timoer.

Soal suksesi, ia enggan banyak berkomentar. Namun dirinya berharap seluruh keluarga bisa menerima siapapun yang akan dipercaya memimpin Keraton Surakarta di masa mendatang.

“Ada dua putra laki-laki (KGPH Hangabehi dan KGPH Purboyo), jadi saya berharap semua bisa satu suara dan saling mendukung. Mana yang akan memimpin, yang lainnya juga mendukung. Itu harapan saya,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Sosok Raja Keraton Surakarta PB XIII di Mata Mangkunegoro X

Nada serupa disampaikan adik perempuannya, GRAy Devi Lelyana Dewi. Putri kedua PB XIII itu mengingatkan agar generasi penerus keraton belajar dari pengalaman panjang konflik internal selama dua dekade terakhir.

“Harapan saya semua harus rukun. Kita belajar dari pengalaman yang terjadi selama 22 tahun ini. Saya harap itu tidak terjadi lagi pada generasi kami,” ungkap perempuan yang akrab disapa Gusti Devy.

Ia menegaskan bahwa kerukunan adalah kunci menjaga kelestarian budaya dan martabat keraton. “Semua anak-anak sinuwun harus saling membantu untuk kemajuan keraton, menjaga keraton, dan menjaga budaya,” tutupnya. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#wafat #rukun #Paku Buwono XIII #keraton kasunanan surakarta